alexametrics

Polisi Ungkap Kasus Pembobolan Uang Nasabah BTPN Purwokerto

14 November 2020, 22:46:58 WIB

Jawapos.com–Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas mengungkap kasus pembobolan uang nasabah Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Cabang Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

”Anggota kami menangkap seorang perempuan Yul, 44, di Wamena, Papua, pada Selasa (10/11). Dia dilaporkan ke Polresta Banyumas pada 4 Juni atas dugaan membobol uang nasabah BTPN Purwokerto,” kata Kepala Satreskrim Polresta Banyumas Ajun Komisaris Polisi Berry, seperti dilansir dari Antara di Purwokerto, Sabtu (14/11) malam.

Dia mengatakan, Yul yang adalah warga Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, merupakan mantan karyawati BTPN Cabang Purwokerto. Kasus itu terjadi sejak Januari 2018 hingga April 2019, saat Yul masih bekerja di Bagian Pemasaran BTPN Cabang Purwokerto.
Saat itu, Yul membujuk sejumlah nasabah bank lain untuk melakukan take over ke BTPN Cabang Purwokerto.

”Nasabah bank lain yang dibujuk Yul untuk melakukan take over ke BTPN Purwokerto banyak, namun yang dilaporkan baru tiga orang,” kata Berry.

Setelah nasabah itu terbujuk, kata dia, Yul memroses persyaratan take over dari bank lain ke BTPN Purwokerto. Setelah selesai diproses, BTPN Purwokerto pun mengeluarkan uang kepada para nasabah baru untuk menutup pinjaman mereka di bank lain. Saat para nasabah selesai menyetorkan uang itu ke rekening masing-masing di bank lain, Yul mengarahkan mereka untuk menarik kembali uang yang telah masuk rekening tersebut.
”Yul meminta agar uang dalam rekening milik nasabah itu ditarik kembali. Waktunya kurang lebih 10 menit setelah uang itu disetorkan,” terang Berry.

Setelah uang itu ditarik, kata dia, slip setoran nasabah beserta uangnya diminta Yul dengan alasan setoran kurang dan akan diurus kembali. Selanjutnya Yul melaporkan ke BPTN Purwokerto bahwa pinjaman nasabah di bank lain itu sudah dilunasi yang dibuktikan dengan slip setoran. Padahal uangnya diambil alih Yul.

Sementara itu, lanjut Berry, BTPN Purwokerto berkeyakinan nasabah sudah selesai melakukan take over dan pinjamannya beralih ke PT Bank BTPN Cabang Purwokerto. Namun, ternyata agunannya masih berada di bank lain karena dilaporkan Yul masih dalam proses, sehingga belum keluar.
”Awalnya nasabah yang dirugikan karena ternyata masih ada tagihan dari bank lain dan mereka juga harus membayar ke BTPN Purwokerto. Setelah kejadian itu ramai karena nasabah menagih ke Yul, akhirnya perempuan itu mengundurkan diri,” kata Berry.

Atas kejadian itu, BTPN Cabang Purwokerto rugi Rp 486.000.000 karena telah mengeluarkan uang kepada nasabah yang ternyata diambil-alih Yul dan harus tetap melakukan take over ke bank lain atas kesalahan karyawannya itu. BTPN Cabang Purwokerto akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polresta Banyumas pada 4 Juni yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga mengetahui keberadaan Yul dan menangkap dia di Wamena pada Selasa (10/11).

”Yul kami tahan beserta barang bukti. Yul bakal dijerat pasal 49 ayat 1 huruf c UU Nomor 7/1992 tentang Perbankan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara,” ucap Berry.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads