alexametrics

Pascateror Bom, Edy Minta Polisi Perketat Penjagaan Objek Vital

14 November 2019, 09:15:07 WIB

JawaPos.com – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengutuk keras aksi teror yang terjadi di Polrestabes Medan. Menurut dia perbuatan tersebut sangat tidak dibenarkan. Oleh karena itu dia meminta ada penegakan hukun secara tegas.

“Yang pastinya itu adalah perbuatan keji. Agama apapun tidak mentolerir kegiatan itu, membuat orang menjadi cemas, orang menjadi takut, itulah teror,” kata Edy di SICC Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Meski begitu, Edy mengatakan belum mengetahui pasti motif dari penyerangan ini. Dia pun mengaku belum bisa memberikan banyak statemen karena belum mengetahui secara rinci.

Mantan Pangkostrad itu hanya memastikan telah meminta kepada Polda Sumatera Utara untuk meningkatkan pengaman, terutama pada objek vital. Hal itu guna menghindarkan adanya penyerangan serupa di lokasi lain.

“Tadi saya sudah koordinasi dengan Kapolda, bersama-sama kita amankan tempat kita masing-masing-masing kita tidak akan lengah dan kita lindingi rakyat kita. Kita lindungi aset-aset kita dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tegas Edy.

Namun, Edy memastika tidak ada peningkatan status keamanan di wilayah Medan dan sekitarnya. Hanya dilakukan penambahan pengamanan disekitar objek vital.

Sebelumnya, Markas Polrestabes Medan, Jalan HM Said, Medan, Sumatera Utara, menjadi sasaran bom bunuh diri, Rabu (13/11) pagi. Dari informasi yang dihimpun, kejadian ini terjadi pada pukul 08.45 WIB. Pelaku diduga dua orang dengan menggunakan jaket ojek oline.

“Ya betul saat ini sedang dilaksanakan olah TKP oleh Densus dan Polda SU . Menunggu hasil investigasi lanjut,” kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh JawaPos.com, kronologi kejadian berawal saar pelaku yang menggunakan jaket ojek online masuk melalui pintu depan menuju Bagian Operasional (Bag Ops). Sesampai di sana, dua meledakkan diri dan mengakibatkan korban jiwa luka-luka.

Seperti Kasi Propam luka di bagian tangan, Pekerja Harian Lepas (PHL), J. Purba di bagian wajah, anggota Propam dan anggota piket bagian operasional. Sedangkan, pelaku dinyatakan meninggal dunia dengan tubuh hancur akibat bom bunuh diri, saat ini sedang dilaksanakan pengamanan dan penyelidikan.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan


Close Ads