alexametrics

Pascabom Medan, Aplikator Ojol Diimbau Evaluasi Perekrutan Mitra

14 November 2019, 18:38:30 WIB

JawaPos.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau agar aplikator ojek online (ojol) dapat mengevaluasi proses perekrutan calon mitra pengemudi. Imbauan ini dilakukan setelah terjadinya bom bunuh diri yang menewasan pelaku di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utama pada Rabu (13/11) kemarin.

Dalam rekaman CCTV, aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan terlihat pelaku mengenakan jaket ojol.

“Tentang ojol seperti yang saya sampaikan kita akan minta aplikator buat standar baru bagi pendaftaran ojol-ojol yang baru,” kata Budi di Jakarta, Kamis (14/11).

Mantan Direktur Angkasa Pura II ini mengimbau terdapat tiga syarat yang harus dilakukan aplikator ojol dalam merekrut calon pengemudi mereka. Menurutnya, perusahaan aplikator ojol harus melakukan rekrutmen dengan cara tatap muka atau wawancara langsung.

“Kami sebagai regulator itu nggak mau habiskan waktu, tapi syarat nggak bisa dipenuhi aplikator,” ucap Budi.

Budi menyarankan agar ada teman calon pengemudi yang merekomendasikan ke aplikator yang sudah bekerja di perusahaan ojol itu sebelumnya. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Itu minimal, tapi pasti ada cara-cara baru,” terang Budi.

Setelah bergabung sebagai mitra, aplikator ojol harus melakukan evaluasi terhadap kinerja pengemudi. Evaluasi ini dapat melihat dari prestasi para mitra aplikator ojol. “Evaluasi banyak dari prestasi mereka, prestasi sehari intensif atau nggak,” ujar Budi.

Mantan Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. ini pun menyarankan, agar perusahaan aplikator turut memantau media sosial yang dimiliki oleh pengemudi mereka. Menurutnya, berbagai aturan ini telah mulai didiskusikan dengan perusahaan aplikator ojol. “Paling lambat tiga hari harus ada rekomendasi yang dipenuhi,” ungkap Budi.

Lebih jauh, Budi menyatakan agar perusahaan aplikator ojol tidak sembarang memberikan atribut mereka. Hal ini dilakukan agar hal-hal yang tidak diinginkan terulang lagi. “Ya memang harus selektif ke pemberian jaket dan lain-lain. Tapi hari ini mulai rapat butuh 2-3 hari rekomendasi tertentu yang mengikat,” tukas Budi.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads