alexametrics

Adik Mantan Gubernur Banten Bakal Ungkap Kejanggalan Dakwaan Jaksa KPK

14 November 2019, 15:22:17 WIB

JawaPos.com – Bos PT Balisific Pragama, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan akan membacakan nota keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tim kuasa hukum Wawan, TB Sukatma menyatakan, kliennya akan mengungkap kejanggalan atas dakwaan jaksa KPK.

Sukatma menyatakan, salah satu kejanggalan yang akan diungkap pihaknya di hadapan majelis hakim adalah ihwal penyitaan sejumlah aset yang dilakukan oleh pihak KPK yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan perkara.

“KPK membesar-besarkan dan melakukan framing bahwa pencucian uang yang dilakukan klien kami mencapai Rp 500 miliar. Faktanya, KPK tidak mempertimbangkan utang-utang klien kami terkait kredit dari aset-aset yang disita,” kata TB Sukatma di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (14/11).

“Aset-aset yang disita KPK bukan sepenuhnya milik klien kami. Karena ini menyangkut pihak ketiga atau kreditur karena diperoleh secara kredit. Klien kami dibebani dengan cicilan-cicilan yang asetnya disita KPK. Ini konyol,” sambungnya.

Sukatma pun mencontohkan, terkait sebuah unit mobil Nissan yang disita KPK yang statusnya dibeli oleh Wawan dengan cara kredit. Saat ini terdakwa mendapat somasi dari pihak Bank CIMB Niaga dengan tagihan yang melonjak.

“Mobil itu pada saat dibeli dengan cara kredit seharga sekitar Rp 900 juta. Kini beban yang ditanggung klien kami karena mobilnya belum lunas dan disita KPK dengan dendanya menjadi sebesar lebih dari Rp 3,8 miliar. Ini kan yang tidak pernah dipikirkan KPK,” ucap Sukatma.

Selain itu, lanjut Sukatma, terdapat kejanggalan lain dalam dakwaan KPK. Kliennya pada perkara yang proses penyidikannya memakan waktu bertahun-tahun tersebut. “Nanti semuanya kami akan jelaskan di hadapan majelis hakim dalam eksepsi kami. Betapa pihak KPK sangat berbuat tidak adil bagi klien kami yang sudah menjalani masa hukuman lebih dari 5 tahun ini,” tandas Sukatma.

Dalam perkara ini, Wawan didakwa korupsi proyek alat kesehatan, pengadaan tanah, dan proyek pembangunan RSUD Tangerang Selatan yang merugikan negara hingga Rp 94,3 miliar. Bahkan Wawan pun turut melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil korupsinya.

Wawan didakwa melakukan pencucian uang sejak 2005 hingga 2013 dengan nilai sekitar Rp 579,776 miliar. Adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu diduga menyamarkan uang dalam periode 2010-2019 mencapai Rp 479.045.244.180 dalam mata uang rupiah dan mata uang asing.

Atas perbuatannya, Wawan didakwa Pasal 3 atau 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Selain itu Wawan juga didakwa melanggar Pasal 3 ayat (1) huruf a, c dan g Undang-undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads