alexametrics
Kasus Suap Izin Meikarta

KPK Kembali Garap Sekretaris Pribadi Mantan Presdir Lippo

14 November 2018, 11:39:45 WIB

JawaPos.com – Penyidik KPK kembali memanggil Melda selaku sekretaris pribadi (sespri) mantan Presiden Direktur Lippo Cikarang Toto Bartholomeus. Rencananya, dia akan diperiksa dalam kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut pemeriksaan kedua yang akan dijalani Melda sebagai saksi untuk tersangka Sahat MBJ Nahor.

“Melda dipanggil sebagai saksi SMN (Sahat MBJ Nahor),” ucapnya pada awak media, Rabu (14/11).

Tak hanya Melda, penyidik juga akan memeriksa 4 orang saksi lainnya untuk Sahat, yakni Kasi Pemanfaatan Ruang Dinas Bina Marga Jawa Barat Yani Firman, Pihak swasta Achmad Bachrul Ulum, Kabid Kebersihan Dinas LH Pemkab Bekasi Dodi Agus, Kabid Fisik pada Bappeda Jabar Slamet.

Diketahui, pada panggilan perdana Melda juga sempat dipanggil pada Jumat (2/11) namun untuk tersangka Billy Sindoro.

Sebelumnya, KPK mengaku menelusuri dugaan peran mantan Presdir Lippo Cikarang Toto Bartholomeus terkait suap proyek Meikarta.

Toto sudah dua kali diperiksa KPK sebagai saksi. Yang didalami dari dugaan tersebut yakni peran Toto di Lippo Groupt terkait perizinan Meikarta dan pemberian uang ke Pemkab Bekasi oleh para tersangka.

“Meskipun secara formil saksi tidak lagi menjabat sebagai Presdir, namun kami duga secara materil masih memiliki peran kuat di Lippo group,” pungkas Febri.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.

Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga menerima hadiah atau janji dari Lippo Group terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Bekasi. Proyek yang akan digarap itu seluas 774 hektare dan dibagi dalam tiga tahapan.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : (ipp/JPC)



Close Ads
KPK Kembali Garap Sekretaris Pribadi Mantan Presdir Lippo