alexametrics

Cerita Kapolri Tito Tentang Brimob yang Selalu Dianggap Densus

14 November 2018, 11:19:51 WIB

JawaPos.com – Kemampuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Republik Indonesia tampaknya tak perlu diragukan lagi. Terutama dalam menghadapi situasi dengan mobilitas yang tinggi seperti serangan teroris.

Namun sayangnya kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, posisi Brimob kadang tak terlihat. Masyarakat biasanya menilai bahwa yang melakukan penindakan terhadap para teroris adalah Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

Padahal, Densus 88 adalah satuan intelijen yang mengumpulka informasi terkait teroris. Namun sejatinya, penindakannya dilakukan oleh Brimob.

Cerita Kapolri Tito Tentang Brimob yang Selalu Dianggap Densus
Ilustrasi Brimob Polri (Issak Ramadhani/JawaPos.com)

“Tapi kadang-kadang di masyarakat melihat bahwa yang hitam-hitam bergerak adalah Densus padahal Brimob,” ujar Tito ketika memberi amanatnya dalam peringatan HUT Korps Brimob Polri ke-73 di Hanggar Gegana, Kompleks Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (14/11).

Ya, dalam penindakannya, Brimob mampu mengantisipasi serangan teror. Terkhusus kemampuan penjinakkan bom. “Penjinakan bom adalah kemampuan Brimob sejak lama,” imbuhnya.

Serangan kelompok bersenjata juga mampu ditangani. Beragam operasi seperti Tinombala di Poso, Langkawi di Papua terus dilakukan.

Kendatipun ada anggota yang gugur, Brimob tidak gentar dan tetap militan. “Anggota gugur, yang lain bukan bersedih, bukan terjadi disorganisasi, justru semakin meningkat moral untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa kita. Terima kasih untuk itu,” ucap Tito dengan bangganya. 
 

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : (dna/JPC)

Cerita Kapolri Tito Tentang Brimob yang Selalu Dianggap Densus