alexametrics

Iwan Bule Klaim Tidak Terlibat dalam Kasus Penyiraman Novel Baswedan

14 Juli 2019, 15:02:27 WIB

JawaPos.com – Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Polri menyebut nama Komjen Mochamad Iriawan sebagai salah satu jenderal yang diperiksa dalam kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Kini, jenderal yang biasa disapa Iwan Bule menyatakan siap melawan tuduhan tersebut.

Iwan menegaskan, siap melawan tuduhan-tuduhan yang dilayangkan kepada dirinya. Termasuk soal kabar diperiksa oleh TGPF kasus Novel Baswedan. Iwan Bule menyebut memang TGPF datang ke kantornya di Lemhanas pada dua bulan lalu.

“Bukan diperiksa tetapi klarifikasi atau ngobrol. Kalau diperiksa itukan di-BAP, tetapi pertemuan saya dengan TGPF tidak ada pemeriksaan,” kata Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (sestama-Lemhanas) itu, Minggu (14/7).

Iwan Bule mengklaim sangat tenang menghadapi pertemuan dengan TGPF kasus Novel Baswedan. Ketenangan itu karena mantan kapolda Metro Jaya itu merasa tidak mengetahui pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan itu.

“Saya nggak tahu apa-apa tentang pelaku penyiraman Novel. Apalagi tahu pelakunya. Saya nggak ada sangkut paut dengan kasus ini. Mungkin TGPF merasa, saya tahu kasusnya Novel. Saya bilang nggak tahu,” tegas Iriawan.

Penyidik senior KPK Novel Baswedan masih menanti titik terang kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Mantan Kadiv Propam Polri menuturkan juga menyebut dirinya memang sempat dikonfirmasi soal pertemuan dengan Novel Baswedan oleh TGPF di Polda Metro Jaya. Iwan menampik pertemuanya dengan Novel bukan terkait dengan kasus penyiraman air keras.

“Saya diskusi masalah sinergitas Polri dan KPK dalam penanganan korupsi. Kala itu, Novel datang bersama Brigadir Arif. Itu sahabatnya dia. Dia anak buah saya di Brimob Polda Metro Jaya. Lewat dia akhirnya ketemu saya,” ungkap Iriawan.

Dalam pertemuan dengan Novel itu, kata Iwan, pembicaraanya mengingatkan Novel Baswedan terkait dengan adanya ancaman kepada penyelidik KPK. Semua itu dalam konteks yang wajar.

“TGPF mempunyai asumsi bahwa saya ke rumah Novel itu memberi tahu bahwa nanti akan ada yang menganiayai, makanya diingatkan harus hati- hati. Mereka juga berasumsi bahwa saya tahu pelaku dari pada penyiraman ke Novel. Ini kan aneh,” sesal Iriawan.

Oleh karena itu, jenderal bintang tiga itu menyarankan TGPF untuk lebih dapat serius mencari pelaku penyiraman Novel Baswedan. Supaya tidak ada lagi informasi yang tidak benar beredar di publik.

“TGFP seharusnya menjelaskan apa yangg sudah dilakukan. Mulai dari TKP, temuan- temuan lain yang memberikan petunjuk kepada peristiwa itu, dan kendala-kendalanya sehingga TPGF belum bisa mengungkap atau menemukan fakta. Jelaskan dong ke publik,” ucap Iriawan.

Komjen Mochammad Iriawan (Jawa Pos Photo)

Iriawan menyebut tuduhan yang dilayangkan kepada dirinya atas kasus penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan ini juga berdampak kepada keluarganya.

“Kasihan keluarga saya, istri saya, anak saya, banyak yang bilang bapak kamu terlibat kasus penyiraman Novel. Anak dan adek kandung saya sampai menangis. Itu kan namanya menjatuhkan nama baik saya,” pungkas Iriawan.

Sebelumnya, Hendardi selaku anggota TGPF kasus Novel Baswedan, menyampaikan bahwa Pati Polri berpangkat jenderal bintang tiga yang diperiksa terkait kasus Novel yaitu mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Mochammad Iriawan.

“Pak Iriawan yang diperiksa. Karena Pak Iriawan saat menjadi Kapolda Metro Jaya beberapa kali bertemu dengan Novel. Ya kami periksa hubungannya apa, dalam rangka apa, dan sebagainya,” kata Hendardi saat dikonfirmasi, Kamis (11/7).

Hendardi menyampaikan, tidak ada lagi Pati Polri berpangkat jenderal bintang tiga yang diperiksa Tim Satgas. Kapasitas Iriawan saat diperiksa pun berstatus sebagai saksi karena saat itu tengah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

“Kapasitasnya saksi. Yang bintang tiga Pak Iriawan saja, siapa lagi bintang tiga, saya kira enggak ada lagi selain Pak Iriawan,” ucap Hendardi.

Kendati demikian, menurut dia, pemeriksaan Iriawan bukan berarti TGPF mencurigainya sebagai pelaku penyerangan Novel. Sebab hingga kini belum ada bukti kuat siapa pelaku penyerangan.

“Kami enggak bisa menuduh orang atau menyangkakan maupun menilai orang kalau tidak ada bukti. Makannya kami gali apakah ada petunjuk dari Pak Iriawan,” tegas Hendardi.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Muhammad Ridwan

Close Ads