JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tiga Orang Lagi Diamankan KPK Terkait Kasus yang Menjerat Kader Golkar

14 Juli 2018, 15:40:53 WIB | Editor: Estu Suryowati
Tiga Orang Lagi Diamankan KPK Terkait Kasus yang Menjerat Kader Golkar
Kader Partai Golkar Eni Maulani Saragih yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (13/7). (Hendra Eka/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus yang menjerat anggota Komisi VII DPR berinisial EMS. EMS merupakan kader Partai Golkar yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Jumat (13/7).

"Tadi malam tim kembali mengamankan tiga orang lainnya dan kemudian dibawa ke kantor KPK, sehingga total yang diamankan adalah 12 orang. Mereka masih dalam proses pemeriksaan secara intensif di KPK," ungkap Juru Bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Sabtu (14/7).

Febri juga menyebut ketiga orang itu diamankan guna menjalani pemeriksaan terkait EMS. Mereka diduga mengetahui rangkaian peristiwa kasus ini. "Mereka dinilai mengetahui bagian dari rangkaian peristiwa dalam kasus ini," tukasnya.

Atas dasar itu, mantan aktivis ICW ini mengatakan hasil dari penindakan yang dilakukan timnya kemarin akan dijelaskan semuanya melalui konferensi pers yang akan digelar sore atau malam ini.

"Sore atau malam ini dalam konferensi pers di KPK. Tentu termasuk status hukum perkara ini dan orang-orang yang diduga terlibat," tutupnya.

Sebagai informasi, KPK telah menangkap seorang anggota dewan dalam OTT. Penangkapan itu dilakukan di rumah Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham.

Selain anggota DPR berinisial EMS, ada delapan orang lainnya yang juga dibawa oleh KPK. Tak hanya itu, lembaga ini juga mengamankan Rp 500 juta dalam operasi tersebut.

"Sejauh ini KPK mengamankan 9 orang, yang terdiri dari unsur anggota DPR RI, staf ahli, sopir, dan pihak swasta," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Jumat (13/7) malam.

"Kami duga terkait dengan tugas di Komisi VII DPR. Barang bukti sementara senilai Rp 500 juta," ungkap Febri.

(ce1/ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up