alexametrics

Penembak dari Kelompok Tak Terdeteksi

Kapolri Bicara tentang Korban Kerusuhan
14 Juni 2019, 17:05:58 WIB

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memprediksi masih ada kelompok lain yang tak terdeteksi dan melakukan penembakan terhadap korban kerusuhan 22 Mei. Mereka bukan kelompok Kivlan Zein, bukan pula kelompok S dan 15 orang yang ditangkap di Jawa Barat.

Tito menuturkan, selama ini Polri telah mengungkap tiga kelompok yang memiliki senjata ilegal terkait peristiwa 22 Mei. Pertama, kelompok yang beranggota 15 orang dengan memiliki empat senjata. “Kelompok kedua Bapak S yang mengirim senjata dari Aceh dan KZ yang kelompoknya memiliki senjata,” urainya.

Tiga kelompok tersebut terindikasi akan menggunakan senjata api. Namun, mungkin ada pihak lain yang tidak terdeteksi menggunakan senjata api. Untuk memastikan hal tersebut, Polri saat ini masih menunggu uji balistik sejumlah senjata-senjata yang akan digunakan. “Saya sampaikan ini belum bisa disimpulkan karena masih penelitian,” tutur dia di Monumen Nasional (Monas) kemarin.

Bus polisi rusak dan dibakar perusuh di wilayah Kemanggisan, Jakarta Pusat. (DeryRidwansah/JawaPos.com)

Polisi juga mengidentifikasi sembilan korban meninggal dunia. Tidak semua meninggal karena tembakan. Ada beberapa yang mengalami luka karena benda tumpul. Bisa jadi karena pukulan petugas atau justru dilempar pelaku kerusuhan. “Lalu, ada korban meninggal yang karena tembakan senjata api,” terangnya.

Untuk korban meninggal karena senjata api itu, ada yang proyektilnya masih di dalam tubuh dan yang sudah di luar tubuh. Untuk yang proyektilnya di luar tubuh itu, pembuktiannya lebih sulit.

Kapolri mengungkapkan, apabila ternyata peluru ditembakkan aparat, investigasi akan dilakukan lebih mendalam. Apakah itu eksesif (keadaan yang melampaui kebiasaan) atau justru pembelaan diri. “Korban ini kan ada yang berasal dari Petamburan, di mana diketahui ada asrama yang diserang dan dibakar,” papar mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.

Tito juga mengklarifikasi terkait informasi bahwa KZ merupakan dalang kerusuhan. Menurut dia, Polri tidak pernah menyebut KZ merupakan dalang kerusuhan, yang disampaikan adalah kronologi peristiwa 22 Mei. Yakni, ada dua segmen, aksi damai dan aksi yang sengaja membuat kerusuhan.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (idr/c10/git)



Close Ads