JawaPos Radar

Kepala MTsN Favorit Kena OTT, Begini Tanggapan Kemenag

14/06/2017, 03:30 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kepala MTsN Favorit Kena OTT, Begini Tanggapan Kemenag
Kepala Kantor Kemenag Kota Padang Japeri (tengah) bersama Ketua Tim Saber Pungli Kota Padang AKBP Tomi Bambang Irawan (kiri) dan Kapolresta Padang Kombes Chairul Aziz (kanan). (Sy Ridwan/Padang Ekspres/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tertangkap tangannya dua orang petinggi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Gunungpangilun Padang memberi tamparan keras pada Kementerian Agama (Kemenag). Sebab sekolah itu merupakan salah satu madrasah favorit di Kota Padang.

Kepala Kemenag Kota Padang, Japeri yang juga hadir pada jumpa pers OTT Tim Saber Pungli itu mengatakan, pihaknya baru mengetahui setelah Kapolresta Padang Kombes Chairul Aziz memberi tahu kepadanya melalui telepon genggam. 

”Sekarang kami serahkan masalah hukum ini ke Polresta Padang. Yang jelas saya sudah laporkan masalah ini ke Kemenag Provinsi Sumatera Barat dan keduanya terancam dipecat,” ujarnya seperti dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Rabu (14/6). 

Japeri menyebut kasus ini adalah tamparan buat Kemenag Kota Padang. Pihaknya sudah mewanti-wanti kepada MTsN yang ada di Kota Padang supaya jangan ada pungutan liar.

”Saya terus menyuarakan kepada kepala MTsN yang ada di Kota Padang, supaya jangan main-main dengan yang namanya pungli. Karena itu adalah perbuatan dilarang hukum,” ujarnya.

Sebagaimana berita sebelumnya disebutkan, Tim Saber Pungli Kota Padang baru saja membongkar praktik pungli di dunia pendidikan. Kali ini dilakukan oleh oknum Kepala sekolah atau MTsN Gunungpangilun Padang, Chandra Karim bersama rekannya Rahmi Jandras, Wakil Kepala MTsN Model Gunungpangilun Padang bidang humas.

Penangkapan itu berlangsung pada Senin (12/6), sekitar pukul 11.30 WIB. OTT pertama dilakukan terhadap Chandra. Dia tertangkap tangan sedang melakukan pungli terhadap wali murid yang mendaftarkan anaknya di sekolah yang dipimpinya itu. 

Kemudian dilakukan penggeledahan di ruang kepala sekolah tersebut dan ditemukan uang tunai sebesar Rp 4.488.000. Uang tersebut diduga hasil pungli.

Setelah dilakukan interogasi terhadap Chandra, terungkap bahwa dia tidak bekerja sendiri, tapi bekerja sama dengan Rahmi. Polisi pun langsung bergerak. Tak jauh dari ruang kepala sekolah, polisi menangkap Rahmi. Saat itu didapatkanbarang bukti yang ada di laci mejanya uang Rp 14.000.000 dan rapor murid SD calon siswa MTsN itu.

Kedua pelaku mempunyai peran masing-masing. Kepala sekolah berperan sebagai eksekutor yang meminta langsung kepada wali murid yang anaknya mau masuk MTsN Model Gunungpangilun. Sedangkan Rahmi sebagai penerima uang dan disimpan di dalam lemarinya. 

Atas perbuatannya kini kedua tersangka dijerat dengan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 374 dan pasal 372 KUHP, dengan ancaman penjara paling rendah 3 tahun dan paling lama 15 tahun, dengan denda paling banyak Rp 750.000.000. (e/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up