JawaPos Radar

Bidang Pendidikan Sasaran Empuk Pungli

14/06/2017, 03:45 WIB | Editor: Ilham Safutra
Bidang Pendidikan Sasaran Empuk Pungli
Ilustrasi (pixabay.com)
Share this

JawaPos.com - Praktik pungutan liar (pungli) di Sumatera Barat (Sumbar) lebih banyak terjadi di bidang pendidikan. Terbaru, praktik pungli baru dibongkar oleh Tim Saber Pungli Kota Padang di bidang pendidikan. Pungli ini terkait penerimaan siswa baru atau proses penerimaan peserta didik baru (PPBD) tahun ajaran 2017. Akibatnya dua orang jadi tersangka. 

Ketua Tim Saber Pungli Sumbar, Kombes Dody Marsidy mengatakan, selama dua tahun belakangan ini pihaknya berhasil mengungkap tujuh kasus OTT Pungli dengan delapan tersangka. Yang paling banyak pengungkapan kasus OTT Pungli adalah Kota Padang dengan tiga orang tersangka. 

”Rincian Provinsi Sumatera Barat berhasil mengungkap satu kasus dengan satu tersangka, Kota Padang dua Kasus dengan tiga pelaku, Kabupaten Pesisir Selatan dengan satu kasus dan satu pelaku. Kemudian, Kabupaten Sawalunto satu kasus dengan satu pelaku, Kota Pariaman satu kasus satu pelaku, dan Kabupaten Pasaman Barat dengan satu pelaku dengan satu kasus,” ungkapnya seperti dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Rabu (14/6). 

Sementara itu, instansi paling banyak terlibat kasus OTT pungli adalah di bidang pendidikan. Yakni ada tiga kasus dengan lima orang tersangka. Semua itu tersebar di Kota Sawalunto, Kota Pariaman, dan Kota Padang. 

”Kami berharap ini (OTT di MTsN Model Gunungpangilun) kasus yang terakhir. Jangan sampai ada kasus-kasus pungli lainnya. Saya mengapresiasi kinerja Ketua Tim Saber Pungli Kota Padang karena berhasil mengungkap dua kasus dengan tiga pelaku. Pelajaran ini hendaknya dijadikan contoh bagi pelaku-pelaku pungli lain. Ingat kami akan terus memburu pelaku pungli yang bergentayangan di Sumatera Barat,” ujarnya. 

Terpisah Kepala Ombudsman Sumbar, Yunafri mengatakan, pihaknya sebenarnya telah mencium pungutan liar di beberapa sekolah di Kota Padang ini. Tetapi barang bukti belum cukup untuk melaporkanya. 

”Jangan main-main dengan yang namanya pungli karena melawan hukum. Saya berharap semoga sekolah lain tidak melakukan hal serupa, utamakan pelayanan, jangan uang. Kita juga berharap semoga ini kasus yang terakhir di Sumatera Barat,” tukasnya. (e/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up