alexametrics

Edy Rahmayadi dan 8 Kepala Daerah di Sumut Janji Cegah Korupsi

14 Mei 2019, 16:26:57 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama sembilan kepala daerah di Sumatera Utara (Sumut) menandatangani komitmen pencegahan korupsi terintegrasi. Hal ini merupakan bagian dari upaya KPK menjaga keberlanjutan program pencegahan korupsi melalui perbaikan tata kelola pemerintahan di Sumut.

“KPK melaksanakan kegiatan penandatanganan Komitmen Pencegahan Korupsi Terintegrasi bagi 9 kepala daerah baru di Sumatera Utara, termasuk Gubernur Edy Rahmayadi, disaksikan Ketua KPK Agus Rahardjo,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangannya, Selasa (14/5).

Penandatanganan komitmen digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara. Terdapat 9 sektor yang dinilai KPK perlu diperbaiki untuk mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan di Sumatera Utara.

Sembilan sektor itu yakni perencanaan dan penganggaran APBD; pengadaan barang dan jasa; pelayanan terpadu satu pintu; kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP); dana desa; manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), optimalisasi pendapatan daerah; manajemen aset daerah dan serta sektor strategis.

Pada sektor optimalisasi pendapatan dan manajemen aset daerah, KPK meminta seluruh kepala daerah di Sumatera Utara untuk melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional dan Bank Sumut.

Perjanjian itu meliputi sertifikasi tanah pemerintah dalam rangka mendorong penertiban aset Pemerintah Daerah; koneksi host to host Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB); serta penggunaan data bersama zonasi nilai tanah dalam konteks optimalisasi pendapatan asli daerah kabupaten atau kota.

Selain itu, kerja sama antara Pemda dengan Bank Sumut diharapkan KPK bisa jadi dasar untuk implementasi aplikasi alat rekam data transaksi secara online wajib pungut pajak seperti hotel, restoran, parkir dan tempat hiburan. Dengan hal tersebut, maka pemantauan bisa dilakukan sehingga penetapan pajak bisa lebih akuntabel dan mencegah terjadinya korupsi pada penerimaan pajak daerah.

“Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan Kota Pematangsiantar menjadi pilot project dalam implementasi kerjasama tersebut,” tukas Febri.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan