alexametrics

Uskup Agung Terharu, 2 Muslimat Bagikan Bunga Di Gereja Katedral

14 Mei 2018, 15:42:20 WIB

JawaPos.com – Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) angkat suara terkait tiga gereja yang terdampak bom di Surabaya. KAJ menegaskan peristiwa ini murni masalah negara bukan masalah agama.

Uskup KAJ Mgr Ignatius Suharyo menyatakan kesedihan dan kedukaannya, atas penyerangan bom yang bukan hanya melibatkan gereja, tetapi juga kantor Kepolisian.

“Jelas ini bukan masalah agama tapi masalah yang menyangkut Negara Kesatuan Rakyat Indonesia (NKRI). Ini harus disadari bersama,” ujar Uskup Ignatius di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Senin (14/5).

“Yang dicederai bukan komunitas agama saja, tapi kebersamaan NKRI sebagai bangsa Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya, meskipun yang di bom adalah gereja, dirinya ingin masyarakat memandang peristiwa secara luas.

Dia yakin pelaku pengeboman memiliki agenda yang tersusun dan tersembunyi. Jika dilihat dari korban, dia memandang target pengeboman bukan semata-mata karena pelaku benci dengan salah satu agama.

“Ada peristiwa sedih seperti ini jadikan kesempatan untuk mempererat kebersamaan kita. Hal lainnya biarlah kita percayakan dikerjakan Polisi, TNU, dan staffnya untuk menyelesaikan persoalan teroris ini,” cetus dia.

Menariknya, Uskup Ignatius menyampaikan kemarin (13/5), ada dua perempuan Muslim yang datang ke Gereja Katedral memakai jilbab berwarna merah putih.

Setelah prosesi ibadah jemaat rampung, mereka pun membagikan bunga kepada jemaat yang telah beribadah.

“Ada dua kawan muda Muslim memakai jilbab merah Putih. Lalu kedua teman itu memberikan bunga mawar putih kepada jemaat yang keluar dari Katedral,” ceritanya.

Dirinya menceritakan kegelisahan dua perempuan muda ini yang ingin melakukan sesuatu atas rasa dukanya terhadap jemaat Nasrani di Surabaya.

Akhirnya, ide tersebut pun diaplikasikan dengan pembagian bunga dan sejumlah gula-gula.

“Dia (salah satu perempuan berhijab) bilang saya warga biasa. Akhirnya, mereka memberikan mawar putih dan membawa sebotol gula-gula bermacam-macam. Mereka jelaskan ini adalah lambang di NKRI itu beragam. Jujur, ini simbol yang menyentuh hati saya,” kata Uskup Ignatius.

Dirinya memandang peristiwa ini telah menciderai bangsa dan negara. Bahkan, bukan Indonesia saja tapi kemanusiaan yang sifatnya universal, maka dirinya melihat solidaritas menjadi jawaban atas permasalahan ini.

“Dari peristiwa ini siapapun kita tokoh pemimpin dari politik agama atau apapun saya harap tidak menyalahgunakan situasi ini untuk kepentingann apapun,” pungkasnya.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (rgm/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:

Uskup Agung Terharu, 2 Muslimat Bagikan Bunga Di Gereja Katedral