JawaPos Radar

Nyinyiran Fadli Zon soal Bom Surabaya yang Dinyinyirin Balik Netizen

14/05/2018, 05:10 WIB | Editor: Estu Suryowati
Nyinyiran Fadli Zon soal Bom Surabaya yang Dinyinyirin Balik Netizen
Tiga gereja di Surabaya jadi sasaran aksi terorisme, Minggu (13/5) pagi. Sedikitnya 38 korban luka-luka, dan 8 orang meninggal dunia. (JawaPos.com)
Share this image

Jawapos.com - Masyarakat Indonesia dibuat gempar, Minggu (13/5) pagi. Dalam waktu yang relatif singkat, ada tiga gereja yang menjadi korban serangan teroris. Dimulai dari pukul 06.30 WIB, dan beberapa menit kemudian bom di gereja lain dilaporkan ikut meledak.

Tiga lokasi ledakan itu menurut data kepolisian terjadi tepat di depan Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, GKI Diponegoro di Jalan Raya Diponegoro, dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. Para tokoh agama, pejabat, artis, publik figur sampai Presiden Joko Widodo mengutuk aksi tak bertanggung jawab tersebut.

Tak ketinggalan, Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Kader Partai Gerindra itu menyampaikan kekesalannya atas aksi yang melibatkan anak-anak di Minggu kelabu tersebut.

Nyinyiran Fadli Zon soal Bom Surabaya yang Dinyinyirin Balik Netizen
Cuitan Fadli Zon di akun Twitter-nya @fadlizon soal serangan bom di tiga gereja di Surabaya. (Twitter @fadlizon)

"Saya ikut mengutuk tindakan teror di lokasi 3 gereja di Surabaya. Itu tindakan biadab dan pengecut. Turut berduka cita pada para korban," cuit Fadli melalui akun Twitter-nya, @fadlizon.

Dia mendesak pemerintah untuk segera mengusut dalang di belakang aksi teror yang menewaskan belasan orang itu. “Jangan sampai tak jelas seperti kasus Novel Baswedan,” katanya.

Fadli mengatakan, dalam peristiwa seperti ini, sering kali Islam menjadi tertuduh. Padahal, kata dia, tindakan teroris tersebut tidak mencerminkan ajaran Islam yang menghormati setiap agama dengan penuh toleransi dan kedamaian.

Maka dari itu, dia pun berharap tidak ada konspirasi yang menyudutkan umat Islam di Indonesia. Dia juga mendesak negara transparan dalam mengusut kasus ini, termasuk kerusuhan napiter yang terjadi di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

"Teror ini kontra ajaran Islam," tuturnya.

Namun, di akhir komentarnya Fadli mengatakan terorisme berkembang di negara yang lemah pemimpinnya dan mudah diintervensi. Dia juga mengatakan terorisme berkembang di negara yang banyak penduduknya dilanda kemiskinan, ketimpangan, dan ketidakadilan.

"Terorisme biasanya berkembang di negara yang lemah pemimpinnya, mudah diintervensi, banyak kemiskinan dan ketimpangan dan ketidakadilan yang nyata," ujarnya.

Sontak saja, cuitannya itu mengundang komentar dari warganet. Dari tujuh cuitan Fadli yang diunggah pada waktu berdekatan, cuitan terakhir ini dikomentari hingga 7.963 komentar, dan di-retweet sebanyak 1.117 kali, serta disukai 2.816 orang. Komentarnya pun beragam, ada yang pro, tapi banyak pula yang kontra.

"Sang dewa dari segala dewa di dunia, kerja yang bener, jangan kebanyakan nge-tweet bray! Susah emang otak se-sendok Nyam-Nyam jadi wakil ketua DPR," cuit akun @sylvianadin***

"Ayo pak, sebagai wakil rakyat (termasuk saya) jangan sia-siakan uang pajak saya, bapak bisa membantu pemerintahan ini dengan UU anti terorisme segera disahkan. Bapak pasti mampu dan bisa mensahkan kan?" cuit @wilfri***

"Entahlah, sumpah pengen maki-maki manusia ini rasanya mbak. Nggak punya rasa empati sedikitpun, ada musibah kayak gini tetep dipakai buat jatuhin lawan politik. Gila," cuit @fahran***.

(ce1/uji/JPC)

Alur Cerita Berita

Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 14/05/2018, 05:10 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 14/05/2018, 05:10 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up