alexametrics

Pasca Tewasnya Terduga Teroris, Ini PR Negara Menurut Pakar

14 Maret 2022, 11:25:15 WIB

JawaPos.com–Penembakan terhadap Sunardi, seorang terduga teroris oleh Densus 88 mendapat sorotan. Warganet menyayangkan keputusan aparat penegak hukum melakukan tindakan tegas terukur berupa penembakan.

Menurut pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel, langkah Komnas HAM memanggil Densus 88, nampaknya untuk menguji apakah penembakan terhadap Sunardi tergolong sebagai lawful killing atau unlawful killing.

”Jika Komnas HAM menyimpulkannya sebagai unlawful killing, boleh jadi akan ada proses hukum seperti pada kasus km 50,” ujar Reza.

Namun Reza menyayangkan, karena tidak bisa memastikan benar tidaknya Sunardi adalah bagian dari jaringan terorisme. Sebab yang bersangkutan sudah tewas.

”Andai kita mengenal posthumous trial, persidangan bagi terdakwa yang sudah meninggal, diharapkan akan ada kepastian status para terduga teroris di mata hukum. Mungkin posthumous trial perlu diadakan sebagai bentuk penguatan terhadap operasi pemberantasan terorisme,” papar Reza.

Ketika operasi Densus 88 menjatuhkan korban jiwa, lanjut Reza, kerap muncul kontroversi. Untuk mengatasinya, penting bagi Polri untuk melengkapi para personel Densus 88 dengan body camera.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Saksikan video menarik berikut ini: