JawaPos Radar

Pasutri Spesialis Ranmor yang Beraksi di 100 Lokasi Dibekuk

14/03/2018, 23:27 WIB | Editor: Budi Warsito
Pasutri Spesialis Ranmor yang Beraksi di 100 Lokasi Dibekuk
Tersangka diperintahkan mempraktekkan caranya menggasak motor oleh Kapolresta Padang Kombes Chairul Aziz di Mapolresta Padang, Rabu (14/3). (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Jajaran Polresta Padang, Sumatera Barat (Sumbar) berhasil membekuk spesialis pencuri kendaraan bermotor (curanmor). Kedua pelaku yang diringkus merupakan pasangan suami-istri (pasutri). Mereka diduga telah beraksi di 100 tempat kejadian perkara (TKP).

Dua tersangka yang diringkus yakni, Irvan Forzul, 34 dan istrinya Merry Corina,38. Kedua pelaku diringkus petugas Satreskrim Polresta Padang di rumah kontrakannya, di kawasan Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumbar, dini hari Selasa (13/3).

Informasinya, saat digerebek petugas, pelaku Irvan Forzul sempat bersembunyi di atas platfon rumah kontrakannya. Lalu, pelaku Merry Corina juga sempat mematikan listrik hingga membuat kediaman pelaku gelap gulita.

Atas upaya tersebut, petugas lantas memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali dan meminta pelaku segera menyerahkan diri. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan. Nahasnya, bagi Irvan, platfon rumah tempat persembunyian tersangka mendadak ambruk. Sehingga, dengan mudah petugas membekuk tersangka.

"Penangkapan pelaku ini berawal dari penangkapan Arya Putra, 28 yang diketahui sebagai penadah sepeda motor curian sehari sebelumnya," jelas Kapolresta Padang Kombes Chairul Aziz saat menggelar press release di Mapolresta Padang, Rabu (14/3).

Ia menyatakan, karena banyak dan seringnya beraksi di berbagai kawasan, pelaku sampai lupa dimana saja TKP motor yang pernah digasaknya. Hasil pemeriksaan sementara, pengakuan pelaku hanya ingat sebanyak 30 TKP dari hampir 100 TKP tempatnya beraksi.

"Kita akan bergerak cepat melakukan pengembangan kasus ini. Mudah-mudahan semua sepeda motor curiannya dapat ditemukan," kata Kombes Chairul Aziz.

Pelaku tidak saja beraksi di Kota Padang, namun pelaku juga menyasar daerah-daerah lainnya. Bahkan, pelaku diduga beraksi hingga kawasan Kerinci, Provinsi Jambi. Sedikitnya, baru delapan unit sepeda motor hasil curian pelaku yang berhasil disita petugas sampai hari ini.

Chairul Aziz mengungkapkan, dalam melakukan kejahatannya pelaku selalu beraksi dini hari hingga menjelang pagi. Pelaku kerap menyasar daerah pelosok dan perkebunan. Untuk penjualan sendiri, satu unit sepeda motor curian dibandrol harga Rp 3 juta hingga Rp 5 juta atau tergantung merek dan jenis sepeda motor.

"Dalam sehari pelaku mengaku menargetkan dua TKP. Bahkan juga bisa tiga TKP. Aksinya ini telah dilakukan kurang lebih selama satu tahun," kata Kapolres.

Pasutri ini sendiri kata Kapolres juga tercatat sebagai resedivis kasus pencurian. "Setelah keluar Lapas langsung beraksi lagi sejak awal tahun 2017," sambung Chairul Aziz.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up