Kadernya Ditangkap Densus 88, Partai Ummat: Ada Misteri di Sini!

14 Februari 2022, 12:56:55 WIB

JawaPos.com – Kader Partai Ummat bernama Rahmad Hidayat ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di Bengkulu. Rahmad ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana terorisme.

Menanggapi hal tersebut, Humas DPP Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya membenarnya kadernya ditangkap oleh Densus 88. Namun, menurutnya, Rahmad belum sempat mengikuti pengkaderan Partai Ummat.

“RH sama sekali belum sempat mengikuti jenjang Pengkaderan dari kami, tapi sudah ditangkap Densus. Jadi memang baru masuk gabung Partai Ummat,” ujar Mustofa saat dikonfirmasi, Senin (14/2).

Mustofa mengatakan, Partai Ummat wilayah Bengkulu baru dilantik tiga pekan lalu. Di momentum pelantikan tersebut, Rahmad Hidayat resmi menjadi kader Partai Ummat.

“Saat itulah, Rahmat Hidayat bergabung,” katanya.

Mustofa menegaskan, Rahmad Hidayat memiliki latar belakang yang baik sebelum menjadi kader Partai Ummat. Ia pernah menjadi Pengurus di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bengkulu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bengkulu, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), dan dosen di Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

“Jadi, ketika bergabung ke Partai Ummat, beliau memiliki latar belakang yang baik,” ungkapnya.

Karena itu, Mustofa mengaku tidak terburu-buru untuk menonaktifkan Rahmad Hidayat sebagai kader Partai Ummat. Sebab ada misteri harus harus tekuak terkait dugaan tindak pidana terorisme tersebut.

“Ada misteri di sini. RH ditangkap ketika ada di Partai Ummat. Berarti, ada kemungkinan perbuatan terornya berada di kurun waktu 3 pekan selama beliau di Partai Ummat. Karena jika perbuatan terornya dilakukan sebelum di Partai Ummat, tentu beliau sudah ditangkap sebelum dilantik. Jadi kami mau tahu, apa sih perbuatan teror RH sehingga ditangkap ketika berada di Partai Ummat?” tuturnya.

Untuk diketahui, Rahmat Hidayat alias RH ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri bersama dua rekannya yaitu CA di Kelurahan Sidomulyo, Kota Bengkulu, dan M di Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Ketiganya diketahui tergabung dalam kelompok jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) Bengkulu dan telah bersumpah bersumpah setia pada kelompok teroris JI sejak tahun 1999.

Editor : Banu Adikara

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads