alexametrics

KPK Masih Berharap Harun Masiku Menyerahkan Diri

14 Februari 2020, 19:14:44 WIB

JawaPos.com – Sudah lebih dar 30 hari tersangka pemberi suap kasus proses pergantian antarwaktu (PAW) Fraksi PDI Perjuangan Harun Masiku buron. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun tak memberi tenggat waktu dan masih berharap kader banteng moncong putih itu kooperatif untuk menyerahkan diri.

“Kita enggak bicara apakah satu bulan lama, dua bulan lama. Karena yang jelas KPK tidak berhenti untuk mencari,” kata Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (14/2).

Alex menyebut, KPK pun telah meminta bantuan Mabes Polri dengan menyebarkan foto Harun Masiku di setiap Polres dan Polsek seluruh Indonesia. Namun, hingga kini belum ada informasi signifikan terkait keberadaan Harun.

“Kalau faktanya sampai dengan sekarang kita belum dapatkan, ya artinya informasi itu belum kita dapatkan,” ucap Alex.

Kendati demikian, Alex memastikan KPK tetap melanjutkan proses penyidikan terkait kasus PAW yang juga menjerat mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

“Saya pikir kemarin pada Harun Masiku kita tetapkan berdasarkan alat bukti yang cukup, baru beberapa keterangan saksi, itu perlu kita konfirmasikan,” ujar Alex.

Harun diduga merupakan salah satu tersangka kunci terkait perkara yang diduga melibatkan para petinggi PDIP. Penyidik lembaga antirasuah hingga kini masih  mendalami asal-usul uang Rp 400 juta yang diberikan untuk Wahyu Setiawan melalui sejumlah perantara.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina selaku mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Harun Masiku selaku caleg DPR RI fraksi PDIP dan Saeful.

KPK juga menduga Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina diduga menerima suap dari Harun dan Saeful. Suap dengan total Rp 900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR RI menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu.

Atas perbuatannya, Wahyu dan Agustiani Tio yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 Ayat (1) huruf a atau Pasal 12 Ayat (1) huruf b atau Pasal 11 Undang Undang  Nomor 31 Tahun 1999.

Sementara itu, Harun Masiku dan Saeful sebagai tersangka pemberi suap disangkakan melanggar pasal pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads