alexametrics

KPK Eksekusi Gubernur Aceh Nonaktif Irwandi Yusuf ke Lapas Sukamiskin

14 Februari 2020, 16:20:42 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/2). Eksekusi terhadap terpidana kasus suap proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018, dilakukan setelah perkaranya berkekuatan hukum tetap.

“Jaksa Eksekusi KPK pada hari ini Jumat tanggal 14 Februari 2020, telah melaksanakan putusan Mahkamah Agung untuk terpidana Irwandi Yusuf di Lapas Sukamiskin Bandung,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (14/2).

Eksekusi terhadap mantan petinggi GAM itu setelah Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi terhadap Irwandi. Dia bakal menjalani hukuman tujuh tahun pidana terkait kasus yang menjeratnya. Selain pidana penjara, Irwandi juga diwajibkan membayar denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan.

“(Putusan MA juga) menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun sejak terdakwa selesai menjalani pidana,” pungkas Ali.

Dalam kasus yang menjeratnya, Irwandi terbukti menerima suap sebesar Rp 1,050 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi, terkait program pembangunan dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018. Suap tersebut diberikan melalui staf dan orang kepercayaan Irwandi, yakni Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri.

Tak hanya suap, Irwandi terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp 8,7 miliar dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022. Irwandi disebut menerima gratifikasi dari Nindya Sejati bersama-sama dengan Izil Azhar.

Irwandi dinilai terbukti melanggar pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads