alexametrics

Jaksa dan Hakim Disebut Keliru Menghukum Irman Gusman, Begini Kata KPK

14 Februari 2019, 18:18:29 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara terkait pemberitaan perkembangan ‎perkara yang melibatkan mantan Ketua DPD, Irman Gusman. Dalam hal ini, KPK mengonfirmasi kembali terkait pemberitaan yang menyebut bahwa ‘Jaksa dan Hakim Keliru Menghukum Irman Gusman’.

Pernyataan ‘Jaksa dan Hakim Keliru Menghukum Irman Gusman’ tersebut sebelumnya ramai diberitakan dan diungkapkan ‎oleh Guru Besar Hukum Pidana Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Eddy Hieriej. Namun, kata KPK Prof Eddy membantah pernyataan tersebut setelah KPK mengonfirmasi kembali.

“‎Jadi, tidak benar jika ada pemberitaan seolah-olah Prof. Eddy mengatakan Jaksa dan Hakim Keliru menghukum Irman Gusman,” ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah pada awak media, Kamis (14/2).

‎Menurut Febri, pernyataan Prof Eddy tersebut dikonfirmasi kembali agar publik tidak mendapatkan informasi yang keliru. Justru, kata Febri, Prof Eddy menyampaikan bahwa semestinya Irman Gusman tetap dapat divonis bersalah sebagaimana diatur pada Pasal 11 Undang-Undang Tipikor.
 
“Hal tersebut semestinya menjadi kewenangan hakim untuk memilih salah satu pasal yang dinyatakan terbukti, apakah Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Tindak Pidana Korupsi, karena KPK menggunakan Dakwaan Alternatif sejak awal,” tukas Febri.

Sedangkan terkait dengan substansi perkaranya, sebut Febri, KPK menghargai kebebasan akademik dan perbedaan pendapat terkait dengan sebuah peristiwa hukum. Bahkan, KPK sangat senang jika publik, termasuk kampus mengawal proses hukum yang berjalan.

“Banyak masukan yang kami terima sebagai perbaikan dan penguatan. Karena KPK percaya pemberantasan korupsi membutuhkan peran banyak pihak, termasuk Kampus,” terangnya.

Mantan aktivis ICW ini menambahkan, ‎pihaknya menghargai hak terpidana untuk mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK). Dia bahkan berharap ‎informasi yang keliru dan dikembangkan ke publik tidak d‎itujukan untuk mempengaruhi independensi dan imparsialitas pengadilan.

“K‎PK pun memercayai independensi dan imparsialitas majelis hakim yang menangani PK tersebut. Jadi kami imbau agar pihak-pihak lain juga dapat menghormati institusi peradilan, khususnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang telah memutus Irman Gusman bersalah, dan juga proses PK yang sedang berjalan,” jelasnya.

Sekadar informasi, Irman Gusman telah divonis pidana 4,5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada Februari 2017, silam. Majelis Hakim menyatakan Irman terbukti menerima suap sebesar Rp100 juta dari Direktur CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto dan Memi.

Majelis hakim juga mengungkapkan bahwa Irman terbukti menggunakan pengaruhnya sebagai Ketua DPD untuk mengatur pemberian kuota gula impor dari pemilik Perum Bulog kepada CV Semesta Berjaya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Intan Piliang

Jaksa dan Hakim Disebut Keliru Menghukum Irman Gusman, Begini Kata KPK