JawaPos Radar

Penjara Bikin Pinter Bandar Narkoba, Presiden Setuju Ditembak Mati

14/02/2018, 13:02 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Penjara Bikin Pinter Bandar Narkoba, Presiden Setuju Ditembak Mati
BNN bersama Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Kemenkeu berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba dengan barang bukti 110 kg sabu dan 18 ribu ekstasi. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Para bandar narkoba yang dijebloskan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) justru menjadi lebih hebat dalam memasarkan barang haram tersebut. Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jakarta, Brigjen Johny Latupeirissa.

Mantan Wakapolda NTT, itu mendukung jika gembong narkotika dihukum mati.

"Kita sudah bilang ke presiden daripada bandar-bandar ini kita 'sekolahkan' ke LP malah tambah pinter mending kita kembalikan saja ke rahmatullah, kita kembalikan ke penciptanya," imbuh Johny.

Johny menerangkan, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung langkah tersebut. Jika terpaksa maka mantan walikota Surakarta ini setuju jika bandar langsung ditembak mati.

"Presiden udah mengatakan apabila gak memungkinkan didor aja, kata beliau," kata Johny di gedung Nyi Ageung Serang, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/2).

Di sisi lain, Indonesia juga mejadi negara potensial untuk memasarkan narkoba. Menurut dia, Indonesia menjadi pasar terbesar narkotika di Asia. Bahkan harga obat berbahaya ini terbilang paling tinggi.

"Indonesia telah jadi pasar terbesar di Asia, bahkan harga narkoba termahal di dunia itu di Indonesia," ungkap Johny.

Hasil penelitian BNNP bersama instansi terkait pada rentang waktu 2014 hingga 2015, diketahui bahwa sekitar 4,2 juta masyarakat di seluruh Indonesia terindikasi narkoba. Jumlah tersebut merupakan 2,18 persen dari total penduduk Indonesia.

Menurut Johny angka tersebut merupakan yang terlihat atau yang berhasil terungkap. Sedangkan total pengguna narkoba yang belum terungkap jumlahnya jauh lebih besar.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up