alexametrics

KPK Bantah Batasi Hak Tahanan Bertemu dengan Penasihat Hukum

14 Januari 2021, 17:11:52 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah membatasi hak tahanan untuk bertemu dengan penasihat hukum. Lembaga antirasuah menegaskan, tidak pernah membatasi hak tahanan untuk menemui penasihat hukumnya.

“Kami tentu paham betul apa yang menjadi hak-hak tersangka maupun terdakwa sebagaimana hukum acara pidana yang berlaku. Sejauh ini tidak pernah ada pembatasan hak tersebut,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (14/1).

Ali menegaskan, mekanisme pertemuan antara tahanan dengan penasihat hukum ataupun kunjungan keluarga, kini telah disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19. Ali tak memungkiri, pertemuan yang semula dapat dilakukan secara tatap muka, kini beralih menjadi daring sesuai jadwal dan waktu yang telah ditentukan.

“Dalam situasi pandemi wabah Covid-19, pertemuan antara penasihat hukum dan tahanan, demikian juga kunjungan keluarga tetap bisa dilakukan secara online sesuai jadwal dan waktu sebagaimana yang telah ditentukan,” ucap Ali.

Juru bicara KPK bidang penindakan ini menyebut, mekanisme pertemuan daring telah berjalan dengan lancar dan baik pada tahap penyidikan maupun persidangan. Hal ini semata untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca juga: 14 Tahanan KPK Positif Covid-19

“Saat situasi pandemi ini semestinya harus dipahami bahwa keselamatan dan kesehatan bersama itu penting untuk diutamakan,” tegas Ali.

Pengacara senior Maqdir Ismail mengkritik kebijakan KPK yang dinilai membatasi pertemuan antara penasihat hukum dan tahanan. Kebijakan pembatasan itu tidak berpihak pada kepentingan perlindungan hak asasi tersangka atau terdakwa.

Beberapa advokat dinilai tidak mendapatkan akses untuk bertemu dengan klien secara fisik, kecuali pada saat pemeriksaan sebagai tersangka dalam penyidikan atau terdakwa dalam proses persidangan.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads