alexametrics

KPK Terus Kejar Politikus PDIP Harun Masiku

14 Januari 2020, 17:39:13 WIB

JawaPos.com – Sampai saat ini politikus PDIP Harun Masiku yang juga menjadi tersangka dugaan penyuapan Komisioner KPU Wahyu Setiawan belum menyerahkan diri. Dia dikabarkan kabur ke luar negeri.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan pihaknya akan terus mengejar Harun Masiku walaupun saat ini sedang berada di luar negeri.

‎”Selaku petugas pemberantasan tindak korupsi kita tak akan pernah berhenti mencari seseorang tersangka,” ujar Firli di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (14/1).

Firli mengatakan, seseorang yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi berupa penyuapan harus mempertangungjawabkan perbuatannya. Sehingga KPK kan terus mengejar Harun Masiku.

“Karena sebenarnya tersangka adalah seseorang yang karena perbuatannya dan atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan yang cukup,” katanya.

Firli berujar, KPK akan bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan Polri. Hal itu dilakukan untuk bisa melakukan penangkapan ke Harun Masiku.

‎”Kita minta bantuan kepada Polri, karena ada beberapa tersangka yang keluar negeri juga itu kita minta bantuan kepada Polri,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kabag Humas Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Arvin Gumilang‎ mengatakan kader PDIP Harun Masiku telah keluar Indonesia menuju Singapura pada Senin (6/1).

“Tercatat tanggal 6 Januari keluar Indonesia menuju Singapura,” ujar Arvin.

Selain itu, Arvin juga menyebut belum ada surat dari KPK terkait permintaan pencegahan tersangka Harun ke luar negeri.

Sekadar informasi, KPK menetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebagai tersangka suap pengurusan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR.

Meski kalah jumlah suara di Pemilu 2019, Caleg PDIP Harun Masiku (HAR) ingin dilantik dengan cara menyuap Wahyu. Untuk memuluskan niat jahat itu, Wahyu diduga meminta Rp 900 juta.

Kasus ini bermula ketika almarhum Nazarudin Kiemas di Dapil Sumsel I menang sebagai anggota DPR. Karena sudah meninggal, suara kedua terbanyak yakni Riezky Aprilia yang dilantik jadi anggota legislatif oleh KPU. Di sini Harun Masiku menyuap Wahyu Setiawan.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka yaitu Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina sebagai orang kepercayaan Wahyu Setiawan dan juga mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu, Harun Masiku sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari PDIP, dan Saeful sebagai swasta. Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai tersangka penerima suap, sedangkan Harun dan Saeful sebagai tersangka pemberi suap.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu Setiawan diduga menerima duit Rp 600 juta terkait upaya memuluskan permintaan Harun Masiku untuk menjadi anggota DPR PAW. Duit suap ini diminta Wahyu Setiawan dikelola Agustiani Tio Fridelina.

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono


Close Ads