alexametrics

Bersama Aher, Neneng Pernah Bahas Soal Meikarta di Moscow

14 Januari 2019, 18:15:08 WIB

JawaPos.com – Mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, pernah membahas soal Meikarta di Moscow, Rusia. Hal itu dibahas bersama mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sekaligus menanyakan soal kewenangan izin dari proyek yang berlokasi di Kabupaten Bekasi itu.

Menurutnya, pertemuan itu terjadi usai kegiatan Indonesian Weeks pada September 2017 lalu. Saat sarapan, Neneng mengaku mendatangi Ahmad Heryawan (Aher) untuk membahas Peraturan Daerah (Perda) Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Pembangunan dan Pengembangan Metropolitan dan Pusat Pertumbuhan di Jawa Barat.

“Ini Perda 12 seperti apa implementasinya? Apakah Bupati perlu minta rekomendasi?,” kata Neneng di memperagakan pembahasan bersama Aher dalam ruang sidang kasus perizinan Meikarta di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (14/1).

Lantas Neneng, kembali menirukan pertanyaan Aher soal otoritas atau kewenangan dari proyek tersebut, apakah lintas daerah atau kabupaten.

Kemudian Neneng mengatakan proyek itu masih di Kabupaten Bekasi. Jawaban dari Neneng kembali ditimpali oleh Ahmad Heryawan. “Pak Aher bilang, tentang Meikarta‎ itu masih kewenangan saya kan,” ujar Neneng.

Perihal implementasi, Aher tidak menjawab secara lugas, namun saat itu sempat membawa nama Theo L Sandiaga sebagai petinggi Meikarta.

“Pak Aher bilang ke saya, lagian yang datang ke saya cuma Theo L Sandiaga, bukan James Riyad‎i,” ujar Neneng.

Dalam persidangan, Neneng mengaku sebelum di Moscow, ia sempat dihubungi oleh Aher terkait Meikarta yang iklannya sudah banyak beredar di berbagai media massa.

Untuk diketahui, saat dihubungi Aher merupakan bahasan soal izin peruntukan dan pengelolaan tanah (IPPT) seluas 84,6 hektare sudah ia terbitkan. Saksi EY Taufik dari Kepala Biro Tata Ruang Pemkab Bekasi di persidangan itu mengatakan bahwa PT Mahkota Sentosa Utama selaku pengembang Meikarta, akan memberikan uang Rp 10 miliar via Satriyadi, Bartholomeus‎ Toto dan Edi Dwi Soesianto.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Siti Fatonah

Bersama Aher, Neneng Pernah Bahas Soal Meikarta di Moscow