JawaPos Radar

MA Bakal Awasi Sidang Praperadilan Gunawan Jusuf di PN Jaksel

14/01/2018, 17:26 WIB | Editor: Yusuf Asyari
MA Bakal Awasi Sidang Praperadilan Gunawan Jusuf di PN Jaksel
Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Mahkamah Agung (MA) bakal mengawasi proses jalannya persidangan gugatan praperadilan yang diajukan oleh Gunawan Jusuf dan M Fauzi Thoha terhadap Bareskrim Polri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hal itu dikatakan Kepala Biro Humas dan Hukum MA Abdullah.

Menurut dia, MA secara organik adalah lembaga yang ditugasi untuk melakukan pengawasan dari internal, yang dilakukan oleh Badan Pengawasan. Baik diminta atau tidak, mMenurut dia, Badan Pengawas akan melakukan monitoring. Sebab, begitu mendapatkan informasi gugatan praperadilan piaknya pasti langsung turun ke lapangan.

"Langkah ini dilakukan untuk memastikan supaya prosesnya berjalan secara objektif, transpran, dan akuntabel," kata Abdullah dihubungi di Jakarta, Minggu (14/1).

Dia mengatakan, praperadilan merupakan sarana bagi masyarakat untuk mengajukan tuntutan ketika aparat penegak hukum iduga tidak benar. Namun, kata dia, dirasa saja tidak cukup.

"Tentunya nanti kita tunggu apa yang akan terjadi dalam proses persidangannya, materinya apa kan kita juga belum tahu.‎ Jadi menunggu putusan hakim," jelas dia.

Untuk diketahui, Gunawan Jusuf dan M Thoha Fauzi mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai pemohon melawan Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri‎ selaku termohon.

Gunawan dan Fauzi menggugat Polri terkait diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan lanjutan Nomor: SP.Sidik/896 Subdit I/VI/2017/Dit Tipidum tanggal 22 Juni 2017.

Padahal, Polri mengeluarkan Sprindik tersebut menindaklanjuti laporan dari Walfrid Hot Patar S sesuai Nomor Laporan Polisi: LP/369/IV/2017/Bareskrim tanggal 7 April 2017.‎ Bahkan, status Gunawan dan Fauzi juga masih sebagai terlapor dan saksi bukan tersangka.

Sedangkan, proses sidang praperadilan masih berlangsung diagendakan pekan depan putusan yang dipimpin oleh hakim tunggal Effendi Mukhtar. Sementara itu, pihak pengacara atau kuasa hukum pemohon tidak berkenan memberikan keterangan atau tak mau diwawancarai soal gugatannya

(yuz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up