alexametrics

RMN Berstatus Mahasiswa, Polri: Dugaan Sementara Pelaku Lone Wolf

13 November 2019, 15:49:53 WIB

JawaPos.com – Polri berhasil melakukan identifikasi pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara. Hasil penelusuran tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System pelaku berinisial RMN yang juga berstatus mahasiswa. Dugaan sementara di lapangan, pelaku melakukan aktivitasnya seorang diri (lone wolf).

“Dugaan sementara pelaku adalah lone wolf. Pengembangan nanti akan sangat ditentukan oleh tim di lapangan. Hasil olah TKP masih didalami Labfor dan Densus 88,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (13/11)

Selain itu, Polri juga menemukan beberapa barang bukti yang digunakan sebagai bahan peledak. Sejumlah barang bukti akan ditelusuri untuk mencari motif pelaku melakukan bom bunuh diri.

“Ada sejumlah paku cukup banyak dalam berbagai ukuran. Kemudian ada irisan kabel, nanti akan didalami. Ada potongan kabel juga cukup besar kemudian ada tombol switch on-off ,” ujar Dedi.

Polisi sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. (Muhammad Idris/ Sumatera Ekspres/Jawa Pos Group)

Terkait potongan tubuh dari pelaku, kata Dedi, masih akan terus didalami untuk memperkuat identifikasi pelaku. Polisi pun akan turut memeriksa kedua orang tua pelaku.

“Pengungkapan sidik jari nanti dikuatkan lagi dengan tes DNA. Akan disandingkan dengan kedua orang tua pelaku,” jelas Dedi.

Pasca ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, polisi pun meningkatkan pengamanan di pintu masuk kantor kepolisian. Selain itu, pengamanan juga dilakukan di obyek vital seperti tempat pariwisata, bandara, hingga tempat-tempat ibadah.

Untuk diketahui, pada Rabu (13/11) pagi pukul 08.45 WIB, bom meledak di halaman Mapolrestabes Medan. Peristiwa ini pun mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, enam orang terluka yang terdiri dari lima anggota polisi dan satu warga sipil.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads