alexametrics

Ledakan di Polrestabes Medan, LPSK Bantu Penanganan Medis

13 November 2019, 11:19:21 WIB

JawaPos.com – Ledakan yang terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara diduga bom bunuh diri. Peristiwa itu, terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Namun, hingga kini Polri belum menyebut adanya korban dari peristiwa tersebut.

Menyikapi ledakan di Polrestabes Medan, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Maneger Nasution merasa prihatin dan mengutuk aksi-aksi kekerasan, terutama yang menggunakan bahan peledak dengan tujuan melukai diri dan orang lain.

“LPSK segera berkoordinasi dengan Polda Sumut, Polresta Medan, dan Densus 88 untuk memastikan apakah kejadian ledakan di Polresta Medan termasuk kategori serangan terorisme,” kata Maneger dalam keterangannya, Rabu (13/11).

Meneger menuturkan, LPSK akan menyisir korban yang terdampak dari ledakan tersebut. Karena mandat Undanf-Undang Nomor 5 Nomor Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, LPSK diwajibkan memberikan bantuan medis sesaat setelah kejadian.

“Dalam waktu singkat, LPSK akan menurunkan tim ke lokasi untuk mendapatkan informasi factual mengenai kejadian dan korban jiwa yang terdampak akibat kejadian peledakan tersebut,” jelas Maneger.

Berdasarkan informasi yang diperoleh JawaPos.com, kronologi kejadian berawal saat pelaku yang menggunakan jaket ojek online masuk melalui pintu depan menuju Bagian Operasional (Bag Ops). Sesampai di sana, dua orang meledakkan diri dan mengakibatkan korban jiwa luka-luka.

Seperti Kasi Propam luka di bagian tangan, Pekerja Harian Lepas (PHL), J. Purba di bagian wajah, anggota Propam dan anggota piket bagian operasional. Sedangkan, pelaku dinyatakan meninggal dunia dengan tubuh hancur akibat bom bunuh diri, saat ini sedang dilaksanakan pengamanan dan penyelidikan. Keduanya diduga meledakkan diri di sekitar kantin Polrestabes.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Muhammad Ridwan

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads