alexametrics

Siswa Penerbangan Ditahan Pihak Sekolah, Polisi Belum Temukan Pidana

13 September 2018, 17:45:10 WIB

JawaPos.com – Pihak Kepolisian bersama Dinas Pendidikan dan KPAI dikabarkan sudah meninjau langsung SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam. Hasilnya, tidak ditemukan ruang tahanan seperti yang tersebar di media sosial.

“Ruang tahanan itu tidak benar. Ruangan tersebut adalah ruang konseling yang digunakan pihak sekolah dalam rangka pembinaan terhadap anak didik,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo usai menghadiri diskusi di Hotel Amarosa, Jakarta, Kamis (13/9).

Soal polisi berinisial ED yang sebelumnya disebut-sebut mengendalikan sekolah itu, kata Dedi dia hanya bertugas untuk pembinaan mental dan fisik di sekolah penerbangan tersebut. Namun hingga saat ini, tidak ditemukan unsur pidana yang dilakukan ED. “Sampai klarifikasi saat ini, tidak ditemukan pidana,” imbuhnya.

Siswa Penerbangan Ditahan Pihak Sekolah, Polisi Belum Temukan Pidana
SPN Dirgantara Batam (Dok. JawaPos.com)

Sementara itu, soal ada anak yang dikabarkan diborgol dan ditahan pihak sekolah karena diduga mencuri, kata Dedi hal tersebut masih diselidiki.

“Masih didalami. Tapi yang jelas sudah ada kesepakatan dari pihak sekolah dan keluarga untuk tidak melanjutkan permasalahan tersebut. Ada kesepakatan damai,” tukas Dedi.

Sebelumnya, seorang siswa SMK Penerbangan SPN Dirgantara Bata berinisial RS kabarnya diborgol dan ditahan pihak sekolah. Pasalnya hal tersebut dianggap melenceng dan tidak sesuai dengan pendidikan karakter anak.

Pihak sekolah menyatakan, penggunaan borgol ketika RS diamankan ini juga sudah diketahui oleh Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki dalam pertemuan antara pihak-pihak yang terlibat di Mapolresta Barelang pada Sabtu (8/9) lalu.

Sementara untuk pembinaan dalam bentuk menginapkan RS di ruang ruang konseling, sudah sesuai dengan tata tertib sekolah. Saat itu RS diinapkan selama dua hari, mulai dari Kamis-Sabtu (6-8/9), sebelum dijemput oleh Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kepri yang berkoordinasi dengan Disdik Kepri.

Sejatinya kesalahan RS yang cukup kompleks membuatnya harus menginap di ruang konseling cukup lama. Dia diduga mencuri, kabur, dan memiliki tungakkan kepada sekolah. 

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : (dna/JPC)

Siswa Penerbangan Ditahan Pihak Sekolah, Polisi Belum Temukan Pidana