Sebelum Dieksekusi, Brigadir J Sedang di Taman, Lalu Dipanggil Sambo

13 Agustus 2022, 13:14:38 WIB

JawaPos.com – Satu per satu fakta kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mulai terungkap. Terbaru, Brigadir J diketahui tidak berada di dalam rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo sebelum dieksekusi.

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, Brigadir J saat itu berada di taman rumah. Hal itu diketahui usai dilakukan gelar perkara.

“Semua saksi kejadian menyatakan Brigadir Yosua almarhum tidak berada di dalam rumah, tapi di taman pekarangan depan rumah,” kata Agus saat dikonfirmasi, Sabtu (13/8).

Agus mengatakan, saat itu Brigadir J dipanggil masuk oleh Ferdy Sambo. Dan setelahnya diduga ditembak. “Almarhum J masuk saat dipanggil ke dalam oleh FS,” jelasnya.

Diketahui, 4 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) dan KM.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E. “RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).

Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan. “FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini: