alexametrics

Pembunuhan Bos Pabrik Roti, Hubungan Gelap Hingga Ingin Kuasai Harta

13 Agustus 2020, 11:06:04 WIB

JawaPos.com – Warga Negara Taiwan, Hsu Ming Hu, 52, dibunuh karena persoalan asmara oleh sekretaris pribadinya sendiri Sri Sadewa (SS), 37. Pelaku dan korban diketahui sudah menjalin hubungan gelap. Bahkan pelaku sampai hamil.

“Awalnya korban melakukan pelecehan seksual dan sering mengirimkan video ke pelaku. Akhirnya mereka ada kecocokan, mereka melakukan hubungan intim sampai pelaku hamil tetapi korban tidak bertanggung jawab,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana kepada wartawan, Kamis (13/8).

Nana menjelaskan, setelah menghamili, korban tak mau bertanggungjawab. Pelaku malah diminta menggugurkan kandungannya. Sehingga rasa sakit hati muncul hingga terfikir untuk membunuh.

“Korban meminta pelaku menggugurkan kandungannya. korban memberikan dana Rp15 juta untuk gugurkan kandungan, itu yang buat pelaku sakit hati,” imbuhnya.

SS semakin gelap mata usai tahu pelaku malah akan menikahi pembantunya sendiri. Sehingga niatnya untuk membunuh semakin kuat. “Dari para korban juga ingin menguasai aset milik korban yaitu mobil, rumah, tanah yang di atas namakan tersangka SS dan ada atas nama tersangka SY,” jelas Nana.

Sebelumnya, bos pabrik roti di Cikarang, Jawa Barat Hsu Ming Hu, 52, tewas setelah dibunuh oleh sekretaris pribadinya sendiri Sri Sadewa (SS), 37. Pria berkebangsaan Taiwan itu dibunuh secara sadis dengan cara ditikam senjata tajam berulang kali. Jasadnya kemudian dibuang ke sungai Citarum, Subang.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, Ming dilaporkan hilang sejak Sabtu (26/7) oleh rekannya sesama warga Taiwan. Pada saat yang bersamaan, Polres Subang menemukan mayat seorang pria dengan banyak luka tusuk.

“Posisi korban saat ditemukan di Sungai Citarum dilakukan otopsi di RS Bhayangkara di Indramayu, kita lakukan penyesuaian dari sidik jari cocok serta telah kami konfirmasi ke pihak keluarga dan Kedutaan,” kata Nana kepada wartawan, Kamis (13/8).

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads