alexametrics

KPK Apresiasi Polri dan Kejagung yang Tindak Tegas Anggotanya

13 Agustus 2020, 23:21:27 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi langkah institusi Polri dan Kejaksaan Agung yang melakukan penyidikan terhadap oknum anggotanya, yang terlibat dalam pelarian terpidana perkara hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra. Hal ini merupakan langkah tegas institusi aparat penegak hukum tanpa pandang bulu meski anggotanya yang terlibat perbuatan pidana.

“Kita harus mengapresiasi kepada Bareskrim dan Kejaksaan yang mau melakukan penyidikan terhadap anggotanya atau oknum-oknum yang terbukti melakukan pelanggaran maupun perbuatan pidana. Ini tentunya satu langkah yang bagus dan perlu kita apresiasi,” kata Deputi Penindakan KPK, Brigjen Karyoto di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (13/8).

Karyoto pun memastikan, KPK akan mengikuti gelar perkara yang dilakukan Bareskrim Polri terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra pada Jumat (14/8) besok. Menurutnya, hal ini merupakan supervisi yang dilakukan KPK dengan institusi penegak hukum.

Baca juga: KPK Bantu Polri Gelar Perkara Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

“Secara resmi, besok Jumat pukul 13.30 WIB akan ada gelar perkara dan KPK termasuk salah satu pihak yang diundang. Bagi kami, diundang atau tidak diundang, itu kami punya kewajiban mensupervisi. Kami juga bisa melihat bagaimana penyidikan yang sedang dilakukan oleh Bareskrim,” ucap Karyoto.

Karyoto berujar, dalam gelar perkara tersebut KPK mengharapkan dapat melihat secara utuh konstruksi perkara terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra. Terlebih, oknum anggota Polri diduga terlibat dalam kasus tersebut.

“Mudah-mudahan besok pada saat itu akan diundang juga dari Kejaksaan. Jadi secara utuh kita bisa mendapatkan bagaimana gambaran perbuatan pidana yang sebenarnya dan bagaimana oknum kepentingan-kepentinganya,” tandasnya.

Untuk diketahui, kasus hilangnya nama Djoko Tjandra di red notice tengah diusut oleh Polri. Kasus ini pun sudah naik tingkat dari penyelidikan ke penyidikan.

Bahkan, Kapolri Jenderal Idham Azis pun sudah mencopot Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Nugroho Slamet dari jabatannya di Hubinter Polri. Kedua jenderal polisi itu dicopot dalam rangka diperiksa dalam kasus red notice.

Selain itu, Polri juga sebelumnya telah mencopot Brigjen Prasetijo Utomo jabatan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri setelah terbukti membuat surat jalan palsu untuk Djoko Tjandra. Bahkan, mantan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking pun telah ditetapkan sebagai tersangka dalam sengkarut pelarian Djoko Tjandra.

Sementara itu, Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung, Pinangki Sirna Malasari sebagai tersangka. Pinangki diduga menerima hadiah atau janji dalam skandal kasus pelarian terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra

Kejagung menduga, Pinangki menerima uang sebesar USD 500.000 atau setara Rp 7 miliar. Pinangki disangkakan Pasal 5 Ayat (2) Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads