alexametrics

KPK Geledah Rumah Orang Kepercayaan Politikus PDIP I Nyoman Dhamantra

13 Agustus 2019, 22:47:07 WIB

JawaPos.com – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah tiga lokasi terkait suap izin impor bawang putih tahun 2019. Penggeledahan terkait tersangka anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan nonaktif, I Nyoman Dhamantra.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah menyampaikan, penggeledahan salah satunya dilakukan di kediaman orang kepercayaan I Nyoman Dhamantra yakni Mirawati Basri di Jalan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kemudian, kantor Asia Tech milik Mirawati di Jalan Cilandak KKO dan Apartemen Cosmo Thamrin City, Tanah Abang milik Zulfikar.

“Hari ini tim meneruskan proses penggeledahan ketiga lokasi,” kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (13/8).

Dalam penggeledahan tersebut, tim KPK menyita sejumlah dokumen yang diduga bukti terkait suap impor bawang putih. Penyidik pun turut menyita sejumlah bukti elektronik dalam penggeledahan tersebut.

“Kami sita dokumen itu dan ejumlah barang bukti elektronik seperti data-data di laptop dan informasi lain yang terkait,” ucap Febri.

Pada Senin (12/8), KPK telah melakukan penggeledahan di Ruang Kerja I Nyoman yang berlokasi di Gedung DPR RI dan apartemen milik I Nyoman di Permata Hijau serta kediaman anak I Nyoman. Dalam kasus suap impor bawang putih, KPK menetapkan enam tersangka. Saat OTT, KPK menangkap 13 orang.

Untuk tiga orang tersangka yakni sebagai penerima suap, I Nyoman Dhamantra (INY) selaku Anggota DPR 2014-2019 dari fraksi PDIP, Mirawati Basri (MBS) orang kepercayaan I Nyoman, dan Elviyanto (ELV) pihak swasta. Kemudian, sebagai pihak pemberi suap adalah Chandry Suanda (CSU) pihak swasta, Doddy Wahyudi (DDW) pihak swasta, dan Zulfikar (ZFK) selaku pihak swasta.

Dhamantra diduga meminta jatah fee sebesar Rp 3,6 miliar dan Rp 1.700-1.800 tiap kilogram lewat tersangka Mirawati untuk mengurus izin kuota 20 ton bawang putih. Uang tersebut berasal dari Dody dan Chandra. Dhamantra mendapatkan jatah Rp 2 miliar melalui transfer rekening money changer.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Muhammad Ridwan

Close Ads