alexametrics

Ibu Iptu Heidar Hanya Bisa Menatap Peti Jenazah Putra Sulungnya

13 Agustus 2019, 19:30:19 WIB

JawaPos.com – Jenazah personel Satgas Gakkum Polda Papua, Briptu Heidar, yang tewas usai disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua, tiba di Cargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Selasa, (13/8).

Jenazah almarhum tiba sekitar pukul 14.25 Wita menggunakan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 589. Orangtua beserta keluarga almarhum tampak berdatangan. Ibu almarhum terlihat tegar, ia hanya menatap peti jenazah sang anak sulungnya yang diupacara serah-terimakan.

Setelah upacara serah terima, jenazah almarhum selanjutnya diberangkatkan ke Kabupaten Barru dengan menggunakan mobil jenazah milik Polda Sulsel dengan nomor plat 22111-XIV.

Ibu korban, Nurhaedah, mengaku sama sekali tidak menyangka jika anak yang dikenal penurut itu akan pergi untuk selamanya. Apalagi, kata dia, sebelum kejadian nahas itu ia masih bersua dengan anaknya pada Hari Raya Iduladha.

“Saya masih sempat ketemu seminggu lalu. Karena kebetulan kan saya menetap di Serui. Jadi dia (almarhum, red) pulang ke rumah selama seminggu. Nanti setelah hari raya (Idul Adha), dia mulai bertugas dan saya tidak bertemu lagi setelah itu,” ungkap seperti dilansir Fajar.co.id (Jawa Pos Group), Selasa (13/8). Di mata sang ibu, almarhum merupakan sosok yang pendiam dan penurut.

Rumah duka Briptu Heidar dibanjiri karangan bunga. (Dok Fajar/ Jawa Pos Group)

Sementara itu, Suasana di rumah duka orang tua, Briptu Haedar, anggota Polda Papua yang tewas tertembak di Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (12/8), mulai ramai, sejumlah karangan bunga terpampang di halaman rumah duka. Sejumlah personel Polres Barru juga sudah berada di rumah duka. Keterangan orang tua korban, Kaharuddin, korban akan dikebumikan di pekuburan umum Kampung Siawung, Kecamatan Barru, Sulsel.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : jpg



Close Ads