alexametrics

Saksi Akui Saham yang Dibeli Jiwasraya Alami Penurunan Harga

13 Juli 2020, 18:59:37 WIB

JawaPos.com – Mantan Kepala Divisi Investasi PT Asuransi Jiwasraya (AJS) Faisal Satria Gumay mengakui, terdapat sejumlah saham reksadana yang dibeli AJS mengalami penurunan harga hingga menyentuh level terendah senilai Rp50 per lembar. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab kerugian di AJS.

“Dari 24 saham itu, ada dua emiten yang delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI),” kata Faisal saat bersaksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/7).

Sebanyak 24 saham yang mengalami penurunan, empat diantaranya merupakan saham milik perusahaan Bakrie Group, yakni PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).

Selain itu, saham di reksa dana yang mengalami penurunan diantaranya BTEK, JGLE, SMRU, ARMY, ARTI, BIPI, BORN, CNKO, ELTY, HADE, IIKP, KBRI, MTFN, MYRX, RIMO, SIMA, SUGI, TRAM dan TMPI. Namun, hanya dua saham yang dicoret dari bursa.

“Dua saham yang sudah delisting adalah PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) dan PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP),” beber Faisal.

Faisal berujar, penurunan aset investasi saham reksadana yang dimiliki AJS merupakan imbas dari kesepakatan yang terjadi sejak 2014 tersebut.

“Sekarang, kondisi reksa dana saham yang dipegang AJS itu adalah imbas dari acc (kesepakatan) yang sebelum-sebelumnya,” cetus Faisal.

Dalam perkara ini, enam terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan investasi saham PT AJS, Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto, Direktur Utama PT Asuaransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan didakwa merugikan negara sebesar Rp16,8 triliun.

Atas perbuatannya, keenam terdakwa didakwa melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Pemberantasan Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Jo. Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Sementara itu, Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro juga turut didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT AJS yang merugikan keuangan negara senilai Rp16,8 triliun. Heru dan Benny Tjokro disebut membelanjakan uang hasil tindak pidana korupsi pada PT AJS tersebut.

Atas perbuatannya, Heru dan Benny Tjokro juga didakwa melanggar Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads