alexametrics

Ditjen PAS Telusuri Dugaan Kebobrokan Rutan Salemba

13 Juli 2020, 13:44:21 WIB

JawaPos.com – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyatakan akan menelusuri pengakuan mantan tahanan politik Papua, Surya Anta Ginting terkait kebobrokan Rumah Tahanan (Rutan) Salemba. Pasalnya, Surya Anta dalam cuitannya di akun media sosial Twitter membagikan pengalamannya selama mendekam di Rutan Salemba.

“Tim kami dari Direktorat Pemasyarakatan melalui Direktorat Kamtib Keamanan dan Ketertiban dan tim dari kantor wilayah bersama tim dari kantor wilayah Kemenkumham DKI Jakarta melalui visi pemasyarakatan sedang melakukan penelusuran terhadap info tersebut,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti dikonfirmasi, Senin (13/7).

Rika mengklaim, pihaknya akan menindak tegas terkait penyalahgunaan prosedur di lingkungan Pemasyarakatan. Dia pun memberi contoh bentuk ketegasan tersebut terkait komitmen memerangi pungutan liar dan narkoba.

“Kami komitmen perangi narkoba. Bisa dilihat upaya dari jajaran kami. Bisa dilihat berulang kali menggagalkan modus barang terlarang termasuk narkoba ke Lapas, di Mojokerto mencoba memasukkan yang kami tidak pernah terpikirkan sama sekali bahwa masuk narkoba ke sayur lodeh,” beber Rika.

Rika menegaskan, pihaknya pun terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada klien pemasyarakatan, dalam hal ini narapidana.

“Yang pasti kami terus berupaya melakukan pelayanan dan pembinaan yang terbaik di seluruh penghuni baik itu narapidana maupun tahanan. Memberantas pungli dan peredaran narkoba,” pungkasnya.

Sebelumnya, tapol Papua Surya Anta Ginting menceritakan kondisi overkapasitas Rutan Klas I Salemba tempatnya pernah ditahan. Hal ini dia sampaikan melalui akun Twitternya, @SuryaAnta pada Minggu (12/7) malam.

Menurut Surya Anta, Rutan Klas I Salemba berkapasitas 1.500 orang. Namun saat ia dan teman-temannya tiba, Rutan itu dihuni oleh sekitar 4.300 narapidana dan tahanan. Dalam cuitannya, Surya juga mengunggah foto para tahanan yang tidur berjejalan di lantai, beralas tikar atau kasur tipis.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads