alexametrics

Penyidik Periksa Ahmad Fanani Pekan Depan Terkait Kasus Dana Kemah

13 Juli 2019, 07:31:36 WIB

JawaPos.com – Ketua Panitia Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017, Ahmad Fanani telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyelewengkan dana kegiatan tersebut. Untuk itu, penyidik Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan kepada yang bersangkutan minggu depan.

“Iya minggu depan lah kita panggil Ahmad Fanani,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Komisiaris Besar Polisi Iwan Kurniawan di Polda Metro Jaya, Jumat (12/7/2019).

Meski begitu, dia belum bisa menyebut tanggal pasti pemeriksaan Fanani. Hal tersebut masih dalam pembahasan oleh penyidik, menyesuaikan dengan agenda pemeriksaan lainnya.

Materi yang akan ditanyakan kepada tersangka tidak lepas dari dugaan korupsi yang dilakukan Fanani hingga mengakibatkan kerugian negara. Selain Fanani, penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi. Mulai dari saksi dalam kegiatan kemah tersebut hingga saksi ahli.

“Semua sudah, sehingga kita sudah lakukan gelar perkara dan kita sudah bisa memastikan bahwa ini tercukupi dua alat bukti terhadap yang bersangkutan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Maka, kita akan melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan,” sambung Iwan.

Sebelumnya, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menetapkan Ahmad Fanani sebagai tersangka kasus penyelewengan dana Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017. Dia yang kala itu menjadi Ketua Panitia acara tersebut diduga terlibat penyalahgunaan anggaran APBN Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang digunakan untuk acara itu.

Penetapan status tersangka Fanani diketahui dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus dana Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017. Dalam SPDP tersebut disebutkan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 1,75 miliar.

Kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia digelar memakai dana APBN Kemenpora di Pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16 sampai 17 Desember 2017. Ada dua organisasi masyarakat (ormas) besar yang terlibat acara ini, yaitu Gerakan Pemuda Ansor dan PP Pemuda Muhammadiyah.

Acara kemah ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 5 miliar. Namun, penyelewengan dana mulai tercium dari laporan pertanggungjawaban Pemuda Muhammadiyah diduga terdapat penggunaan dana fiktif sebesar kurang dari setengah anggaran. Sedangkan laporan dari GP Ansor tidak ditemukan penyimpangan.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads