JawaPos Radar

Mangkir, KPK Imbau Mantan Wakil Bupati Malang Subhan Kooperatif

13/07/2018, 01:00 WIB | Editor: Kuswandi
Febri Diansyah
Juru bicara KPK Febri Diansyah saat diwawancarai awak media (Intan Piliang/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Mantan Wakil Bupati Malang, Achmad Subhan kembali tidak menghadiri panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hingga detik ini, lembaga antirasuah belum mengetahui alasan ketidakhadirannya. Padahal, ini merupakan pemanggilan kedua setelah kemarin (11/7), Subhan meminta penjadwalan ulang.

"Hari ini seharusnya dijadwalkan ulang pemeriksaan terhadap saksi Subhan, mantan Wakil Bupati Malang. Sebelumnya, pada Rabu, (11/7) tidak datang dan telah minta agar dijadwal ulang hari ini. Hingga sore ini, kami belum mendapat pemberitahuan dari saksi terkait alasan tidak bisa hadir," jelas juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Kamis (12/7).

Atas ketidakhadiran Subhan, Febri mengatakan, penyidik akan mengklarifikasi terkait aliran dana dan pengetahuan Subhan perihal proses perizinan pembangunan menara di Kabupaten Mojokerto dengan tersangka Mustofa Kamal Pasa. Untuk itu, lembaga ini kembali memanggil Subhan pada Jumat (13/7).

"Kami ingatkan agar saksi koperatif dan dapat hadir besok Jumat sebagai penjadwalan ulang dari agenda pemeriksaan sebelumnya yang tidak dihadiri," tuturnya

Sebagai informasi, sebenarnya lembaga antikorupsi sudah melakukan panggilan pada (2-4 Juli) namun Subhan kembali tidak hadir tanpa keterangan padahal pemeriksaan dilakukan di Surabaya.

"Di awal Juli, pada tgl 2-4 Juli 2018 KPK juga telah mengagendakan pemeriksaan. Namun saksi tidak hadir tanpa keterangan," ujarnya.

Untuk diketahui, pemeriksaan yang akan dijalani Subhan hari ini sesungguhnya pemeriksaan yang ketiga, karena pada (9-10 Juli) dirinya telah memenuhi panggilan lembaga antikorupsi.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan tersangka Bupati Mojokerto periode 2010 - 2015 dan periode 2016 - 2021, Mustofa Kamal Pasa. Selain Mustofa, KPK juga menetapkan dua pihak lain, antara lain, Permit and Regulatory Division Head PT. Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Group), Ockyanto dan Direktur Operasi PT. Profesionai Telekomunikasi lndonesia (Protelindo), Onggo Wijaya sebagai tersangka.

Dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait Pembangunan Menara Telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto Tahun 2015, dengan tiga orang tersangka ," ungkap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, di kantornya, Senin (30/4).

Atas perbuatannya, MKP disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana, dan

Sedangkan, OKY dan OW disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi Jo. Pasal 55 ayat(1)ke-1 KUHP

Selain dijerat kasus suap, Bupati Mojokerto juga tersangkut kasus dugaan penerimaan gratifikasi. Karena itu, KPK menetapkan tersangka kepada Mustofa Kamal Pasa dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Molokerto periode 2010 - 2015, Zainal Abidin.

Mereka, di duga secara bersama-sama menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

"Di duga menerima fee dari proyek-proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto, termasuk proyek pembangunan jalan di Tahun 2015 dan proyek lainnya. Dugaan penerimaan gratiflkasi setidak-tidaknya Rp. 3,7 miliar," tukasnya.

Atas perbuatannya, MKP dan ZAB disangkakan melanggar pasal 12 B Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 200110. pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up