alexametrics

Polres Cilacap Periksa Enam Saksi Kebakaran Kilang Pertamina

Kebakaran Kilang Cilacap Berhasil Dipadamkan
13 Juni 2021, 22:11:43 WIB

JawaPos.com–Kepolisian Resor Cilacap, Jawa Tengah, telah memeriksa enam orang saksi terkait kebakaran di area pertangkian 39 Kilang Pertamina Refinery Unit IV Cilacap.

”Kami telah memeriksa enam orang saksi, baik itu dari sekuriti yang di lingkungan luar, masyarakat, juga instansi samping yang mengetahui kejadian tersebut, sudah kami mintai keterangan dan masih akan berlanjut,” kata Kepala Polres Cilacap AKBP Leganek Mawardi seperti dilansir dari Antara di Head Office Pertamina RU IV Cilacap, Minggu (13/6).

Menurut dia, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian Daerah Jawa Tengah pada Sabtu (12/6) telah tiba di Pertamina RU IV Cilacap. Namun, masih fokus pada bukti digital forensik karena api baru padam pada Minggu (13/6). Tim Labfor memeriksa rekaman kamera pengintai (CCTV) untuk mengetahui kejadian per jamnya.

”Hasil pemeriksaan saksi, nanti kalau sudah fokus akan kami sampaikan. Namun saat ini masih kami ambil bagian-bagian yang berkaitan dengan kejadian itu,” terang Leganek Mawardi.

Kebakaran di area pertangkian 39 Pertamina RU IV Cilacap terjadi pada Jumat (11/6) pukul 19.45 WIB, di bundwill tangki 39T-205 dan berhasil dikendalikan kurang lebih satu jam setelah kejadian atau sekitar pukul 20.40 WIB. Akan tetapi saat dilakukan upaya pendinginan terhadap tangki 39T-205, muncul satu titik api di pipa outlet tangki 39T-203 yang akhirnya dapat dipadamkan pada Minggu (13/6) pukul 10.50 WIB.

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional Djoko Priyono menyatakan, kebakaran di area pertangkian 39 Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, sudah berhasil dipadamkan. ”Tadi pukul 10.50 WIB, alhamdulillah kawan-kawan RU IV Cilacap telah bisa memadamkan seluruh api di lingkungan sekitar tangki 39. Semuanya dalam kondisi lancar dan padam semua,” kata Djoko.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads