alexametrics

Dijemput Paksa KPK, Wali Kota Ambon Bantah Tak Kooperatif

13 Mei 2022, 19:40:09 WIB

JawaPos.com – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, Jumat (13/5). Richard dijemput paksa karena tidak kooperatif memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin pembangunan cabang ritel di Kota Ambon.

Richard tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta sekitar pukul 18.02 WIB. Dia membantah tidak kooperatif yang mengeklaim tidak memenuhi panggilan pemeriksaan karena menjalani operasi kaki.

“Enggak. Saya operasi kaki,” kata Richard di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Pelakasana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri menyampaikan, penjemputan paksan terhadap Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, karena dinilai tidak kooperatif.

“Kami menilai bahwa salah satu tersangka tersebut tidak kooperatif sehingga tim penyidik KPK hari ini masih dalam proses penjemputan paksa, para pihak utamanya, satu orang,” ucap Ali.

Ali mengatakan, sebelum dijemput paksa, Richard terlebih dahulu dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun rupanya Richard yang sudah dijerat menjadi tersangka kasus dugaan suap terkait pemberian persetujuan izin prinsip pembangunan cabang usaha retail tahun 2020 di Kota Ambon ini tak memenuhi panggilan KPK.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads