alexametrics

Kuasa Hukum Novel Minta Bantuan KPK, Pesimis dengan Tim Bentukan Polri

13 Maret 2019, 08:55:39 WIB

JawaPos.com – Tim kuasa hukum Novel Baswedan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut andil dalam menangani kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel. Sebab, Kuasa hukum menganggap kasus tersebut tergolong sebagai obstruction of justice, atau tindakan menghalangi penegakan hukum KPK.

“Kami sudah melaporkan ke KPK terkait dugaan obstruction of justice, yang kami nilai ada dalam kasus Novel. Kami minta tindak lanjut dari Pimpinan KPK,” ucap kuasa hukum Novel, Arif Maulana dalam jumpa pers peringatan 700 hari kasus Novel di Gedung KPK Jakarta, Selasa (12/3).

Alghiffari Aqsa, yang juga anggota tim kuasa hukum Novel mengatakan, cara ini adalah salah satu solusi untuk menuntaskan kasus penyerangan. Dia juga mengkritik kinerja Polri yang belum menunjukkan hasil. Padahal kasus penyiraman air keras telah 700 hari berlalu.

Lebih lanjut, Alghiffari menyatakan tim kuasa hukum Novel tidak dapat berharap banyak pada tim gabungan yang sudah dibentuk Polri pada Januari 2019 lalu. Tim ini dianggap tidak independen.

Apalagi, menurutnya temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan ada abuse of process atau penyalahgunaan yang dilakukan penyidik Kepolisian dalam penanganan kasus Novel.

“Seharusnya petinggi Polri memberikan sanksi pada penyidik yang melanggar. Ini semakin menguatkan bahwa kami tidak percaya dengan tim gabungan Polri,” tegasnya.

Untuk diketahui, kasus penyerangan Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017 silam. Novel disiram menggunakan air keras oleh dua orang yang tak dikenal saat hendak salat subuh di masjid dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibat kejadian tersebut, Novel mengalami luka cukup parah di bagian mata kirinya.

Hari ke-700 setelah peristiwa tersebut, kasus penyerangan Novel memang masih belum menemui titik terang. Dalang di balik penyerangan masih juga belum terungkap.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Intan Piliang

Copy Editor :

Kuasa Hukum Novel Minta Bantuan KPK, Pesimis dengan Tim Bentukan Polri