alexametrics

180 Ribu Orang Desak Presiden Bentuk TGPF Kasus Novel Baswedan

13 Maret 2019, 11:08:24 WIB

JawaPos.com – Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah mencapai hari ke-700. Namun, hingga detik ini belum ada satu pun pihak yang ditetapkan oleh kepolisian sebagai tersangka.

Untuk mendorong pengungkapan kasus ini, sejumlah aktivis yang tergabung dalam koalisi masyarakat sipil antikorupsi meminta agar Presiden membentuk tim independen pencari fakta. Wacana pembentukan tim independen itu sendiri telah dibuat melalui petisi online yang dibuat dalam situs Change.org.

Hingga hari ke-700 pasca penyerangan terhadap Novel terjadi, petisi tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 180.000 orang. “Awalnya hanya 45.000 orang, sewaktu Novel kembali dari pengobatan di Singapura. Tetapi, semakin lama semakin banyak yang minta pembentukan TGPF yang independen,” ucap Yansen Dinata, salah satu penggagas petisi, Rabu (13/3).

Akan adanya petisi itu, semakin membuat koalisi masyarakat sipil berharap, suara publik yang disalurkan melalui petisi online ini dapat menjadi pertimbangan bagi Presiden Joko Widodo. Pertimbangan yang dimaksud yaitu mau menunjukkan komitmen pada penuntasan kasus Novel.

Koalisi menilai permintaan pembentukan tim independen ini sekaligus sebagai bentuk kritikan terhadap Institusi Polri yang dianggap tidak dapat mengungkap pelaku penyiraman air keras. Sebab, tim gabungan yang dibentuk Polri pada Januari 2019 dianggap belum menghasilkan apa-apa.

“Presiden agar segera membentuk tim gabungan pencari fakta independen melalui keputusan presiden,” tegas anggota koalisi Shaleh Al Ghifari.

Kemudian, koalisi meminta agar kepolisian menghormati tim pencari fakta independen jika sudah dibentuk oleh presiden. Polri juga diharapkan bersedia bekerja sama secara penuh untuk pengungkapan kasus penyerangan terhadap Novel.

Untuk diketahui, kasus penyerangan Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017 silam. Novel disiram menggunakan air keras oleh dua orang yang tak dikenal saat hendak salat subuh di masjid dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibat kejadian tersebut, Novel mengalami luka cukup parah di bagian mata kirinya. Hari ke-700 setelah peristiwa tersebut, kasus penyerangan Novel memang masih belum menemui titik terang. Dalang di balik penyerangan masih juga belum terungkap.

Editor : Kuswandi

Reporter : Intan Piliang

Copy Editor :

180 Ribu Orang Desak Presiden Bentuk TGPF Kasus Novel Baswedan