alexametrics
Jalani Sidang Perdana

Maria Lumowa Didakwa Memperkaya Diri Senilai Rp 1,2 Triliun

17 Tahun Buron
13 Januari 2021, 19:51:51 WIB

JawaPos.com – Pauline Maria Lumowa alias Maria Pauline Lumowa didakwa memperkaya diri sendiri dan koorporasinya senilai Rp 1,2 triliun. Dia didakwa mengajukan pencairan berupa letter of credit (LC) dengan melampirkan dokumen ekspor fiktif BNI 46 cabang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Maria disidangkan setelah selama 17 tahun buron, sejak 2003. Maria berhasil diekstradisi dari Serbia pada 9 Juli 2020 lalu.

“Memperkaya terdakwa, memperkaya orang lain yaitu saksi Adrian Herling Waworuntu, memperkaya koorporasi yaitu PT Jaka Sakti Buana Internasional, PT Bima Mandala, PT Mahesa Karya Putra Mandiri, PT Parasetya Cipta Tulada, PT Infinity Finance, PT Brocolin International, PT Oenam Marble Industri, PT Restu Rama, PT Aditya Putra Pratama Finance dan PT Grahasali,” kata Jaksa Sumidi membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (13/1).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta ini menjelaskan, perkara ini terjadi pada 2002, ketika Maria Lumowa yang merupakan pemilik PT Sagared Team dan Gramindo Group bekerja sama dengan Adrian Herling Waworuntu selaku Komisaris PT Sumber Sarana Bintan Jaya. Maria Lumowa saat itu meminta Adrian untuk menjadi konsultan investasi pada perusahaan miliknya PT Sagared Team.

Jaksa menguraikan, pada Agustus 2002, Maria Lumowa bersama orang kepercayaannya, Ollah Abdullah Agam dan Eddy Santoso selaku Manager Pelayanan Nasabah Luar Negeri BNI 46, mengajukan permohonan kredit atas nama PT Oenam Marble, namun permohonan itu ditolak BNI.

Menindaklanjuti penolakan itu, Maria lantas mengajukan proposal kredit untuk pembiayaan PT Oenam Marble. Eddy Santoso lantas meminta Maria membantu menutup kerugian BNI sebesar USD 9,8 juta, karena dokumen ekspor fiktif yang tidak terbayar dari PT Mahesa Karya Putra Mandiri dan PT Petindo.

Maria kemudian menyanggupi usulan itu dengan membeli perusahaan PT Gramindo Mega Indonesia, PT Magentiq Usaha Esa Indonesia, PT PAN Kifros, PT Bhinekatama Pasific, PT Metrantara, PT Basomasindo dan PT Trinaru Caraka Pasific. Sejumlah orang-orang kepercayaannya ditaruh pada posisi strategis perusahaan tersebut.

“Jane Iriany Lumowa menjabat sebagai Presiden Direktur PT Sagared Team (adik kandung terdakwa), Ollah Abdullah Agam sebagai Managing Direktur PT Sagared Team, Adrian Pandelaki Lumowa (Alm) sebagai Manager Markerting PT Sagared Team (Adik kandung terdakwa) Titik Pristiwati sebagai Manager Community Development PT Sagared Team,” ungkap Jaksa.

Perbuatan Maria dinilai merugikan negara sebesar Rp 1.214.648.422.331,43. Karena perbuatannya dinilai memperkaya diri karena beberapa uang LC kredit masuk ke rekening peibadinya dan rekening perusahaan miliknya yang dinilai sebagai rekening fiktif.

Maria Pauline didakwa melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang UU Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca juga: Telusuri Aliran Dana Maria Lumowa, Polri Akan Periksa 3 Bank Swasta

Selain itu, Maria juga didakwa melakukan pencucian uang ke dalam penyedia jasa keuangan kepada PT Aditya Putra Pratama Finance, sebesar USD 4.800.000 dan Rp 20.309.379.384. Sedangkan pada PT Infinity Finance, Maria membeli 70 persen saham perusahaan tersebut sebesar USD 1.000.000 dan modal kerja sebesar Rp 4.000.000.000.

Untuk dakwaan TPPU, Maria didakwa melanggar pasal 6 ayat (1) huruf a dan b UU nomor 15 tahun 2002 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang yang diubah dengan UU nomor 25 tahun 2003 tentang perubahan atas UU nomor 15 tahun 2002 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

Mendengar dakwaan Jaksa, Maria bersama tim kuasa hukumnya merasa keberatan. Dia akan mengajukan nota keberatan atau eksepsi pada agenda sidang berikutnya.

“Saya keberatan,” tegas Maria usai mendengar dakwaan Jaksa.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads