alexametrics

Melongok Rumah Bos KPK dan Kebiasaannya Nyuci Mobil Sendiri

13 Januari 2019, 11:19:55 WIB

JawaPos.com – Rumah di Graha Indah RT4/RW 15, Kelurahan Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat itu tak tampak seperti rumah pejabat tinggi negara pada umumnya, yang besar dan mewah. Pohon-pohon hijau penghiasanya pun terkesan tak terawat dengan baik.

Ukuran bagian depan rumahnya tak sampai sepuluh meter. Pagarnya terbagi dua. Satu bagian, selebar sekitar tiga meter, dipakai untuk akses keluar masuk. Sedangkan sisanya, merupakan pembatas rumah dengan jalanan.

Rumah itu terdiri dari dua lantai. Cat abu-abunya sudah mulai kusam. Noda di sana-sini, mendominasi rumah ini. Masuk ke bagian dalam, langsung berhadapan dengan garasi yang hanya muat satu mobil. Tapi, saat itu, mobil sang kepala rumah tangga tak ada. Hanya empat motor yang terparkir.

Untuk masuk ke dalam rumah, terdapat pintu yang modelnya bersisian. Pintu itu berkelir putih. Sudah mulai kusam. Saat itu, pintu dalam kondisi tertutup rapat. Hanya penghuni maupun pihak berkepentingan yang diizinkan masuk.

Itulah suasana kediaman Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo yang menjadi perhatian usai mendapat teror orang tak dikenal (OTK), Rabu (9/1) lalu.

Meski mendapat ancaman benda mirip bom paralon, aktivitas di sekitar rumah Agus berjalan seperti biasa. Meski ada penjagaan dari aparat, warga sekitar leluasa berlalu-lalang di depan rumah Agus. Pun beberapa bocah, asyik mengamati petugas yang sedang memasang kamera pengawas (CCTV) di rumah Agus.

Meski mendapat ancaman, itu tidak membuat Agus jiper menempati rumah pribadinya. Malam hari, ia masih tidur di sini. Setelah sang fajar terbit, ia masih berangkat bertugas dari rumah ini.

Mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) ini, mengaku tak gentar menghadapi teror. “Maju terus. Jangan takut. Tetap semangat demi kepentingan bersama. Teror tidak akan bisa melunturkan semangat member­antas korupsi,” tutur Agus.

Raut mukanya santai. Di lingkungan tempat tinggalnya ini, Agus dikenal sederhana dan suka bersosialisasi. Melky, tetangga Agus bercerita, kesederhanaan itu terlihat sebelum dan sesudah Agus menjadi Ketua KPK. Menurutnya, Agus kerap mengenakan kaus oblong putih saat keluar rumah.

Warga yang rumahnya berhadapan dengan kediaman Agus itu, kerap melihat Ketua KPK ini mencuci mobilnya sendiri. Bahkan, Agus kerap jajan di warung kopi. Atau, membeli makanan sendiri. “Pak Agus orangnya kelihatan bersahaja,” Melky menilai.

Buat Melky, Agus sosok yang ramah ke tetangga. Melky sempat mengira, Agus bakal berubah saat jadi Ketua KPK. Tak ramah lagi. Bakal ditempel ketat para pengawal berbadan kekar. Berwajah garang. Mengingat, KPK dimusuhi koruptor. Tetapi, perkiraan Melky salah.

“Ternyata sama saja. Kehidupan sehari-harinya nggak neko-neko. Istri dan anaknya, barang-barang dan penampilannya sederhana,” ujar Melky.

Dia menambahkan, setiap hari Agus pulang kerja ke rumah tersebut. Agus kelihatannya cinta rumahnya. Nyaman dengan rumahnya. “Kalau banjir, dia tetap pulang. Celananya digulung. Kenapa enggak nginap saja di hotel,” ujarnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : jpg



Close Ads
Melongok Rumah Bos KPK dan Kebiasaannya Nyuci Mobil Sendiri