JawaPos Radar

Polisi Eks Pengawal Setnov Tak Kooperatif, KPK Minta Bantuan Kapolri

13/01/2018, 21:30 WIB | Editor: Ilham Safutra
Polisi Eks Pengawal Setnov Tak Kooperatif, KPK Minta Bantuan Kapolri
Jubir KPK Febri Diansyah (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - AKP Reza Pahlevi, perwira polisi yang pernah menjadi ajudan Setya Novanto semasa menjadi Ketua DPR kerap tidak kooperatif atas panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya Rabu (10/1) lalu dia mangkir dari panggilan penyidik.

Lantas pihak KPK kembali menjadwalkan pemanggilan terhadapnya pada Senin (15/1) mendatang. "Surat panggilan telah dibuat dan disampaikan pada yang bersangkutan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Sabtu (13/1).

Oleh penyidik, Reza akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Fredrich Yunadi (FY) dan Dokter ‎Bimanesh Sutarjo (BST) di kasus dugaan menghalangi penyidikan e-KTP pada Setya Novanto.

Polisi Eks Pengawal Setnov Tak Kooperatif, KPK Minta Bantuan Kapolri
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Hendra Eka/Jawa Pos)

Agar Reza Pahlevi memenuhi panggilan penyidik, KPK meminta bantuan pihak kepolisian dengan menyurati Kapolri Jenderal Tito Karnavian. "KPK juga surati Kapolri dan Kadiv Propam Polri untuk minta bantuan menghadirkan saksi ke KPK di hari Senin, 15 Januari 2017," tukas Febri.

Sebagaimana diketahui, AKP Reza Pahlevi pernah diperiksa Propam Mabes Polri terkait kecelakaan menabrak tiang listrik. Ketika itu ikut berada di dalam mobil yang ditumpangi Novanto.

Ketika itu kepada penyidik Propam, Reza membenarkan terjadi kecelakaan. Saat itu berada satu mobil dengan Setya Novanto dan eks karyawan Metro TV Hilman Mauttauch. Ketiganya menumpang mobil Toyota Fortuner hitam, B 1732 ZLO yang di kendaraan Hilman pada Kamis, 16 November 20017.

Dia mengaku mobil yang ditumpangi hilang kendali, sehingga naik ke trotoar, lalu menabrak pohon dan tiang listrik. Saat kejadian tersebut, Novanto tengah menjadi buronan KPK karena sempat ‎menghilang saat akan dijemput paksa oleh penyidik pada Rabu 15 November 2017 malam.

Atas peristiwa kecelakaan itu, Novanto dikabarkan hilang kesadaran hingga dibawa ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi mengatakan kepala kliennya terbentur hingga menyebabkan benjolan sebesar bapao.

Namun keesokan harinya, Kamis 16 November 2017, Novanto dipindah ke RSCM dan penahanannya dibantarkan. Setelah dinyatakan sehat, dia resmi ditahan di Rutan KPK, Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan.

Dari hasil pemeriksaan, Propam Mabes Polri belum menemukan adanya indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh AKP Reza Pahlevi.

Dalam kasus dugaan menghalang-halangi penyidikan e-KTP ini, KPK telah menahan Advokat Fredrich Yunadi dan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH) Bimanesh Sutardjo.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up