JawaPos Radar

Fredrich Yunadi Ditahan di Rutan KPK

13/01/2018, 14:07 WIB | Editor: Ilham Safutra
Fredrich Yunadi Ditahan di Rutan KPK
Fredrich Yunadi saat mendatangi Kantor KPK (Muhammad Ali/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Tersangka menghalang-halangi dan merintangi penyidikan kasus e-KTP Fredrich Yunadi resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi siang ini, Sabtu (13/1).

Dia bakal menempati rumah tahanan yang sama dengan Setya Novanto, yakni rumah tahanan KPK yang letaknya di belakang Gedung Merah Putih itu. "Di K4," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (13/1).

Begitu pula yang disampaikan Ketua tim kuasa hukum Fredrich, Sapriyanto Refa. "Ini di belakang gedung," sebut dia.

Fredrich Yunadi Ditahan di Rutan KPK
Kutipan-kutipan Fredrich Yunadi saat membela Setya Novanto (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Sekadar informasi, KPK resmi menahan Fredrich setelah melakukan pemeriksaan sekitar 10 jam. Adapun dia semalam dijemput penyidik lembaga antirasuah di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

Kemput paksa dan penangkapan itu dilakukan lantaran Fredrich mangkir dalam pemeriksaan kemarin. Seharusnya, mantan‎ pengacara Setya Novanto itu menjalani pemeriksaan sebagai tersangka atas kasus merintangi penyidikan e-KTP. Namun, dia tidak hadir dengan dalih ada proses etik di Dewan Kehormatan Peradi. ‎

KPK sebelumnya menetapkan Fredrich dan seorang dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH) Bimanesh Sutardjo sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

Keduanya diduga memanipulasi data medis agar Setya Novanto lolos dari pemeriksaan KPK. Fredrich bahkan disebut memesan satu lantai kamar VIP di RS Medika Permata Hijau sebelum Setya Novanto kecelakaan.

Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.‎

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up