JawaPos Radar

Bawa Pemukul dan Obat Nyamuk, Pelajar SMP Nekat Merampok Mobil

13/01/2018, 19:57 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Rampok Mobil
Barang bukti berupa mobil korban yang diamankan oleh Polsek Pakem (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Seorang siswa kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial R, 16, nekat melakukan perampokan mobil taksi online di Kawasan Wisata Kaliurang, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Tidak cukup disitu, dalam menjalankan aksinya, R bahkan tidak segan-segan memukul pengemudi taksi online sebelum akhirnya merampas mobil yang ditumpanginya tersebut. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, aksi perampokan tersebut diduga sudah direncanakan terlebih dahulu.

Kapolsek Pakem Kompol Haryanta menceritakan aksi perampokan tersebut terjadi pada Jumat (12/1) malam sekitar pukul 19.50 WIB. Awalnya pelaku, R, memesan taksi online dari daerah Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman dengan tujuan Kaliurang yang jaraknya tak lebih dari 20 kilometer.

Hartono, 46, warga Wedomartani yang mendapatkan order tersebut kemudian mendatangi R di lokasi penjemputan. Hartono datang dengan mengendarai mobil Daihatsu Xenia nopol AB 1934 XY di depan SD Sempu, Wedomartani.

Sesampai di sekitar lokasi tujuan, pelaku yang duduk di kursi tengah mendadak mengeluarkan tongkat yang biasa dipakai satpam dan kemudian digunakan untuk memukul bagian belakang kepala korban. "Pelaku ini mencoba merampas mobil korban," katanya, kepada wartawan Sabtu (13/1).

Kondisi korban yang terluka parah langsung dimanfaatkan oleh pelaku untuk merampas mobilnya. Hartono pun dipaksa oleh R untuk keluar dari kendaraannya.

Dalam kondisi terluka, pengemudi taksi online itu akhirnya berteriak meminta pertolongan kepada warga setempat. "Korban akhirnya diantar melapor polisi dan pelaku berhasil ditangkap di sekitar lokasi," ungkap Kapolsek.

Berdasar pemeriksaan awal, pelaku diduga sudah merencanaka aksinya. Sebab, menurut Kapolsek ditemukan adanya sejumlah alat untuk melancarkan aksinya. Seperti tongkat pemukul dan semprotan obat nyamuk yang belum sempat digunakannya.

Ditambahkan Kapolsek, pemeriksaan terhadap R dilakukan secara hati-hati karena pelaku masih dibawah umur. Pihak keluarga maupun sekolah juga sudah datang ke kantornya atas tindakan yang dilakukan remaja ini.

“Pelaku ini masih pelajar SMP, bisa-bisanya melakukan tindakan seperti itu," katanya heran.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up