alexametrics

Bupati Cianjur Terjaring OTT, Begini Komentar Anak Buah Tjahjo Kumolo

12 Desember 2018, 15:46:04 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi-lagi menjaring kepala daerah dalam operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, lembaga antirasuah menyeret Bupati Cianjur IRM. Dia diduga menerima suap terkait anggaran pendidikan di Kabupaten Cianjur.

Menanggapi hal ini, Kementerian Dalam Negeri merasa prihatin atas massifnya kepala daerah yang terjaring OTT KPK. Padahal, Kemendagri tidak pernah bosan untuk selalu mengingatkan kepala daerah agar menghindari area rawan korupsi.

“Memprihatinkan, sudah sering diperingatkan enam area rawan korupsi oleh Mendagri,” kata Dirjen Otonomi Daerah Sumarsono kepada JawaPos.com, Rabu (12/12).

Sumarsono menuturkan, sepanjang 2018 sudah 22 kepala daerah yang terjaring OTT KPK. Padahal aturan yang ada di Kemendagri sudah cukup tegas untuk mengingatkan para kepala daerah agar terhindar dari perkara suap maupun korupsi. Namun itu balik kepada faktor integritas pribadi setiap kepala daerah.

“Aturan sudah cukup, tinggal faktor integritas masing-masing kepala daerah saja sebagai pemimpin untuk bagaimana seharusnya berperilaku,” ucapnya.

Sebelumnya, KPK mengamankan enam orang dalam OTT di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tim penindakan KPK, salah satunya mengamankan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyebut, enam orang yang diamankan itu terdiri dari Kepala Daerah, Kepala Dinas dan Kepala Bidang serta dari unsur MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), dan pihak lain.

“Dari lokasi juga diamankan uang sekitar Rp1,5 miliar yang diduga dikumpulkan dari kepala sekolah,” pungkasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : (rdw/JPC)



Close Ads
Bupati Cianjur Terjaring OTT, Begini Komentar Anak Buah Tjahjo Kumolo