JawaPos Radar | Iklan Jitu

Sidang Amin di PN Tipikor

Jaksa Gali Jejak Cak Imin dalam Kasus Mahar Bacabup Kuningan

12 November 2018, 18:20:44 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Sidang Amin Santono
Rasta saat bersaksi untuk terdakwa Amin Santono di PN Tipikor, Jakart Pusat, Senin (12/11). (Ridwan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Partai Kebangikatan Bangsa (PKB) Rasta Wiguna mengaku melaporkan ke Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) soal pencalonan Yosa Octora Santono untuk menjadi Bupati Kuningan, Jawa Barat.

Laporan itu disampaikan kepada Muhaimin setelah mantan anggota DPR Amin Santono, selaku Ayah dari Yosa Octora memberikan uang sebesar Rp 1,2 miliar.

"Pak ini calon dari Kuningan, kemudian Pak Ketum (bilang) 'kalau beliau sudah memenuhi syarat, silakan. Tapi ingat tidak ada uang mahar'. Ketum bilang begitu," kata Rasta saat bersaksi untuk terdakwa Amin Santono di PN Tipikor, Jakart Pusat, Senin (12/11).

Kepada Cak Imin, Rasta mengatakan, Yosa sudah layak untuk menjadi Calon Kepala Daerah Kabupaten Kuningan. Sebab merupakan anak dari Amin Santono politikus Partai Demokrat.

Soal uang itu, apakah benar uang Rp 1,2 miliar untuk kebutuhan operasional pemenangan?" tanya jaksa. "Betul," timpal Rasta. 

"Ada yang mengalir ke PKB?" lanjut jaksa bertanya. "Enggak ada," tegas Rasta

Namun, kendati Amin Santono telah menyerahkan uang sebesar Rp 1,2 miliar. Yosa tidak digadangkan menjadi Cabup Kuningan. Melainkan hanya sebatas Cawabup Kuningan.

"Karena di Kuningan sudah mengusung Pak totok, tapi Pak Amin meminta untuk jadi wakil. Akhrinya jadi wakil, yaitu wakilnya Pak Yosa," beber Rasta.

Rasta pun mengklaim, uang sebesar Rp 1,2 miliar yang diserahkan Amin Santono dipakai untuk menyiapkan alat peraga kampanye. " Juga sekaligus untuk operasional pemenangan," tandasnya kepada jaksa

Diketahui, Amin Santono didakwa menerima suap Rp 3,3 miliar untuk mengupayakan alokasi tambahan Kabupaten Lampung Tengah dan Sumedang dalam APBN Tahun 2018. Suap itu diberikan Kadis Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman dan Ahmad Ghiast.

Sementara itu, Eka Kamaludin didakwa menerima uang untuk Amin. Awal perkenalan Eka dengan Amin terjadi saat anak Amin, Yosa Octora Santono akan maju dalam Pilkada Kabupaten Kuningan.



(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up