JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pengadilan Rakyat Internasional, Kata Japto: Masa Minta Maaf Sama Setan

12 November 2015, 21:30:00 WIB | Editor: afni
Pengadilan Rakyat Internasional, Kata Japto: Masa Minta Maaf Sama Setan
Ketua Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila (PP), Japto Soerjosoemarno (Desinta/JawaPos.Com)
Share this

JawaPos.com - Ketua Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno protes digelarnya persidangan terkait tragedi pembantaian massal terhadap terduga Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1965. Sidang itu kini tengah digelar di pengadilan rakyat internasional atau ‎International People's Tribunal di Den Haag.

Japto mengaku bingung dengan jalannya pengadilan tersebut. "‎Pengadilan internasional ini, siapa yang mengadili siapa yang diadili," ketusnya saat ditemui di Hotel Borobudhur, Jakarta, Kamis (12/11). ‎

Apalagi tuntutan yang diajukan agar pemerintah meminta maaf dan mengakui adanya peristiwa pembantaian terhadap PKI. Menurut dia, tragedi 1965 merupakan akibat adanya pembunuhan tujuh Jenderal di Lubang Buaya. "Kalau tujuh Jenderal ini gak dibunuh‎, gak ada kejadian itu. Ada sebab dan akibat," imbuhnya.

Karenanya, dia menyangsikan adanya permintaan maaf terhadap PKI. ‎ "Saya tanya, tujuh jenderal itu diapain. Terus kita disuruh minta maaf sama PKI. PKI dilarang di Indonesia, mau minta maaf sama siapa. Barangnya gak ada. Masa minta maaf sama setan," tegas anak Mayor Jenderal itu. ‎

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pelanggaran HAM banyak terjadi di Indonesia. ‎"Di Indonesia banyak maling ketangkep dibakar. Banyak kok kejadian. Kok gak bilang HAM, pada nonton aja‎," cibir Japto.

Lalu, dia menduga-duga bahwa persoalan yang dibawa ke pengadilan rakyat internasional itu diusung para generasi penerus PKI. "Apa sekarang ada PKI bawah tanah. Apa yang berjuang ini orang-orang PKI yang kembali," tandasnya.(dna/JPG)

 

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up