Soal Korupsi Asian Games, Erick Thohir: Itu Black Campaign

12/09/2018, 19:00 WIB | Editor: Estu Suryowati
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir dikabarkan terseret dalam dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018. (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Nama Erick Thohir, selaku Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terseret dalam dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018. Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Erick mengaku tak ada pemeriksaan kepada dirinya.

Kabar itu pun, lanjutnya, sudah dibantah oleh Polda Metro Jaya. Erick menyebut, kabar bahwa dirinya bakal diperiksa oleh pihak kepolisian adalah berita bohong atau hoax.

"Saya ra‎sa yang namanya black campaign biasa, yang penting kan buktinya," ujar Erick di Jakarta, Rabu (12/9).

Sebenarnya Erick Thohir enggan mengomentasi masalah ini. Namun, sambung Erick, apabila kabar bohong ini terus dikembangkan maka akan muncul preseden buruk.

Dikhawatirkan muncul gesekan di masyarakat gara-gara menerima kabar bohong tersebut. "Ini tidak mendidik dan akhirnya nanti nggak bagus," pungkasnya.

Sekadar informasi, pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya menegaskan kasus yang menyeret nama KOI Erick Thohir sudah selesai. Penyidik sudah selesai melakukan penyelidikan dan sudah ada vonis di pengadilan.

Diketahui dalam perkara ini polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018. Tiga tersangka itu adalah Sekretaris Jenderal KOI Doddy Iswandi, Bendahara KOI Anjas Rivai, dan penyedia jasa kegiatan bernama Ikhwan Agus.

Ketiganya tersandung kasus kegiatan Road Carnival Asian Games 2018 yang berlangsung di Surabaya pada Desember 2015. Berdasarkan hasil audit rutin Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kegiatan itu dianggap merugikan negara sebesar Rp 5 miliar.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi